Breaking News:

Langgar PPKM Darurat, 2 Pabrik Garmen di Gunungsindur Bogor Terancam Denda Hingga Rp 50 Juta

Dua pabrik garmen di Gunungsindur terancam denda hingga puluhan juga kaena melanggar PPKM Darurat.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Damanhuri
istimewa
Pabrik Garmen di Gunungsindur Bogor langgar PPKM Darurat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR - Dua pabrik garmen di Gunungsindur terancam denda hingga puluhan juga kaena melanggar PPKM Darurat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, pihaknya bersama gugus tugas kecamatan fokus menjalankan peraturan yang telah diberitahukan.

"Dari lima perusahaan di sektor garmen ada 2 yang melanggar PKKM Darurat, pihak perusahaan masih mempekerjakan karyawan lebih dari 100, jadi itu yang kita tindak dan beri sanksi tipiring dan tutup," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa ada satu perusahaan diberikan sanksi berupa tutup dan satu perusahaan disanksi tindak pidana ringan dengan ancaman kurungan 3 bulan dan denda minimal Rp 100 ribu sampai Rp 50 juta.

"Dan besok akan disidangkan secara virtual di Polsek Gunungsindur," tegasnya.

Agus membeberkan, selama PPKM Darurat Jawa dan Bali, tidak sedikit perusahaan, pariwisata yang melanggar PKKM.

"Dan kami pun setiap hari akan melakukan sidak atau monitoring bersama-sama gugus tugas Kecamatan, memantau mobilitas manusia di jalan maupun di sektor perusahaan, hal ini dilakukan guna menekan angka Covid-19," katanya.

Sementara itu menurut salah satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tipiring, Haryono mengaku pihaknya masih mempekerjakkan 100 karyawannya karena belum ada intruksi dari pemilik perusahaan.

"Kami sektor garmen membuat blogaju untuk ekspor, dan kami akui kami salah dan berjanji akan meliburkan karyawan sebanyak 50 persen," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved