Breaking News:

Menko Marves Minta Pengetatan Hingga Permukiman, Ini yang Dilakukan Satgas Kota Bogor

Jajaran Satgas Covid-19 Kota Bogor mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/ Pemkot Bogor
Jajaran Satgas Covid-19 Kota Bogor mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jajaran Satgas Covid-19 Kota Bogor mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan mobilitas PPKM Darurat di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hadir mengikuti rapat Wali Kota Bogor Bima Arya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Herry Hermanus Horo dan perwakilan Kodim 0606/Kota Bogor.

Menko Marves, kata Bima Arya, menyebut telah terjadi penurunan mobilitas di DKI Jakarta dan Jawa Barat selama penerapan PPKM Darurat.

“Dalam hal ini Kota Bogor penurunan mobilitasnya bisa dibilang salah satu terbaik di Jawa Barat. Ini karena saya kira kerja keras dari Pak Kapolres, Pak Dandim, semuanya melakukan penyekatan, checkpoint dan lain-lain. Jadi dalam aspek penurunan mobilitas sudah berkurang,” ungkap Bima Arya.

Ia menambahkan, Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta terus melakukan penyekatan terhadap mobilitas tidak hanya pada jalan-jalan ring 1 namun juga ke ring 2, serta melakukan patroli ke wilayah-wilayah permukiman untuk memastikan kepatuhan protokol kesehatan.

“Semua aparat diminta turun tidak saja di jalan utama, tetapi turun patroli, pengawasan prokes, penguatan PPKM sampai wilayah-wilayah. Ketika mobilitas keluar masuk ke Kota Bogor, bahkan antar kecamatan sudah sangat berkurang, tetapi angka kasus positifnya masih tinggi, artinya penularan itu kemungkinan besar terjadi di lingkungan RT, keluarga, rumah tangga dan pemukiman,” jelas Bima.

“Karena itu kami akan menguatkan terus pengawasan di RT Zona Merah, PPKM di wilayah, RW Siaga, relawan untuk mengawasi Isoman dan lain-lain. PR-nya di mikro. Kalau di level makro kita lihat sendiri sudah landai. Kita bisa lihat dari indikator yang dipaparkan Pak Menko dari Facebook Mobility, Google Traffic dan Night Light dari NASA. Strategi kita akan fokus ke mikro,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro sepakat bahwa penurunan mobilitas di ruas jalan utama di kota hujan ini harus diimbangi dengan penguatan PPKM Mikro di wilayah.

“Sehingga mulai hari ini, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan melaksanakan Gerakan Tutup Portal mulai jam 20.00 WIB dan memberlakukan sistem satu pintu di tingkat RT/RW. Sistem satu pintu artinya setiap RT/RW pintu keluar masuknya menjadi satu pintu dan portal ditutup mulai jam 8 malam. Semua RW harus melaksanakan itu,” kata Susatyo.

Ia menjelaskan, masing-masing Satgas RW haru memetakan mana jalan-jalan yang mereka harus berlakukan satu pintu masuk dan satu pintu keluar.

“Jadi tidak sembarangan orang bisa keluar masuk. Sangat bergantung pada niat dan usaha dari para warga di tingkat RT-RW. Sangat dibutuhkan dua hal, disiplin dan gotong royong dari masyarakat. Disiplin untuk tetap di rumah bila tidak ada aktivitas mendesak dan gotong royong membantu sesama apabila ada warga yang terpapar,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved