Breaking News:

Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat dan Tak Lapor, Dua Perusahaan di Citeureup Bogor Ditutup

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, penutupan dilakukan karena dua perusahaan itu beroperasi di masa PPKM Darurat.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
ist/Pemkab Bogor
Dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen ditutup sementara oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Selasa (13/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Dua perusahaan di wilayah Citeureup yakni PT Banteng Pratama Citeureup dan PT Shihan Garmen ditutup sementara oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Selasa (13/7/2021).

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, penutupan dilakukan karena dua perusahaan itu beroperasi di masa PPKM Darurat.

Ditambah pula adanya pelanggaran yang dilakukan karena tidak melapor kepada Satgas Covid-19 Kecamatan dan Satgas Kabupaten Bogor terkait adanya 60 karyawan yang positif Covid-19.

"Penutupan dua pabrik ini berdasarkan aduan dari masyarakat kepada Bupati Bogor. Kemudian kami diinstruksikan Ibu Bupati untuk menutup dua pabrik ini karena nekat beroperasi di masa PPKM Darurat," kata Agus Ridho.

Selanjutnya, untuk perusahaan yang karyawannya banyak yang terpapar virus corona, ditangani Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan bahwa pihaknya juga diinstruksikan untuk melakukan tracking kepada para karyawan di PT Banteng Pratama.

"Pihak Puskesmas Citeureup sudah kami turunkan untuk melakukan tracking PT Banteng Pratama," ungkap Mike Kaltarina.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved