Breaking News:

Idul Adha 2021

Dihantam Pandemi Covid-19 Pedagang Hewan Kurban di Bogor Sedih Dagangannya Tak Laku

Pedagang hewan kurban di Bogor mengeluh karena hewan jualannya tidak laku akibat pandemi Covid-19.

Editor: Soewidia Henaldi
Magang/Muhammad Hilmy Muzhaffar
Bisnis penjualan hewan kurban saat pandemi Covid-19 di Bogor mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penjual hewan kurban mulai bermunculan di wilayah Bogor jelang hari Raya Idul Adha 1442 H.

Para penjual hewan kurban menawarkan seperti kambing dan sapi dengan berbagai variasi harga.

Namun, saat pandemi Covid-19, para penjual hewan kurban mengaku penjualannya menurun.

Seperti yang dialami Nurhayati, pedagang hewan kurban asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Nurhayati mengaku penjualannya merosot tajam akibat imbas Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat.

“Efeknya sangat berdampak banget, dibanding tahun-tahun sebelum pandemi. Kemarin saya pesan sapi dari Bima, tapi terkendala karena tidak boleh masuk Jabodetabek," ujar Nurhayati kepada TribunnewsBogor.com belum lama ini.

Nurhayati mengaku sudah berjualan hewan kurban bersama suaminya sejak 13 tahun lalu.

"Saya jual kambing, sapi dan kerbau," katanya.

Ia menjelaskan, pembeli yang datang ke tempatnya lebih banyak pelanggan tetap.

Untuk harga kambing per ekor dipatok mulai dari Rp 1,5-3 juta tergantung ukurannya.

Sedangkan sapi dan kerbau dijual mulai Rp 20 juta per ekor.

"Sebelum masa pandemi Covid-19 biasanya saya bisa menjual kambing hingga 5 per ekor setiap minggunya dan 3 ekor sapi. Tapi sekarang menurun tajam," katanya.

Nurhayati berharap Covid-19 segera berlalu sehingga usahanya kembali pulih.(*)

Muhammad Hilmy Muzhaffar, Jurusan Ilmu Komunikasi-Jurnalistik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved