Ngaku Hamil Saat Dipukul Satpol PP Gowa, Riyana Ungkap Kondisi Perut : Kadang Besar Sebentar Kempes

Riyana bahkan histeris saat menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Thalia, Panciro, Kecamatan Bajeng pada Kamis (15/7/2021) sore.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID
Riyana (baju kuning) korban yang dipukul oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wanita korban pemukulan oknum Satpol PP Gowa menceritakan soal ke hamilannya.

Riyana, mengaku sempat menolak saat dicek USG setelah dipukul oknum Satpol PP Gowa.

Riyana bahkan histeris saat menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Thalia, Panciro, Kecamatan Bajeng pada Kamis (15/7/2021) sore.

Diketahui bersama oknum Satpol PP Gowa terekam kamera memukul pasangan suami istri pemilik sebuah warkop.

Insiden pemukulan itu terjadi ketika Satpol PP melakukan razia PPKM Darurat.

Kepada petugas, suami Riyana, Ivan menegaskan bahwa istrinya tengah hamil.

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," kata Ivan.

Demi membela suaminya yang lebih dulu dipukul oknum Satpol PP Gowa, Riyana lantas berupaya melawan.

Namun sayangnya, upaya perlawanan tersebut justru membuat Riyana menjadi sasaran kekerasan oknum Satpol PP Gowa.

Saat live Facebook, Riyana juga mengaku mengalami kontraksi.

Tak henti sampai di situ saja, ketika sedang membuat laporan di kantor Polisi Riyana bahkan jatuh pingsan.

"kondisinya pada sata tempat kejadian seperti kita lihat bersama masih sempat histeris, masih syok menerima kejadian in,

setibanya di SPKT beliau kurang sehat jadi laporannya pertengahan dihentikan," kata Kanit Reskrim Polsek Bajeng Ipda Harianto dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Tvonenews.

Menurut Harianto, berdasar pengakuan korban, Riyana tengah hamil 9 bulan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved