Breaking News:

Harga Peti Mahal, Satgas Covid-19 Desa Cimandala Bogor Produksi Sendiri

pihaknya berusaha menyiasati sekaligus antisipasi jika ada hal terburuk mengingat saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor angkanya masih tinggi.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Satgas Covid-19 Desa Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor memproduksi peti jenazah untuk pasien Covid-19 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Tingginya harga peti mati serta kesulitan mencari benda tersebut mengharuskan Satgas Covid-19 Desa Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor, berinisiatif membuat peti mati.

Kepala Desa Cimandala, Aditya Agung mengatakan, pihaknya berusaha menyiasati sekaligus antisipasi jika ada hal terburuk mengingat saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor angkanya masih tinggi.

Lebih lanjut, inisiatif membuat peti mati, menurut Aditya tidak terlepas pula dari kelangkaan peti mati yang terjadi saat ini.

"Kita membuat peti jenazah ini pertama memang kesulitan kami mencari peti, selain harganya mahal, kami juga sulit untuk mencarinya untuk itu kami berinisiatif," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Sementara itu, peti mati hasil buatan swadaya ini tengah dalam proses pengerjaan.

"Kita membuat tiga peti jenazah, mudah-mudahan berjalan lancar, saat ini masuk tahap pengecatan, mudah-mudahan layak untuk digunakan," ungkapnya.

Terkait penegahan agar warganya tidak terpapar virus corona, Aditya mengaku selalu bersinergi dengan aparat gabungan.

"Kami selalu bekerja sama dengan TNI, Polri terkait edukasi sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan oleh warga," jelasnya.

Diketahui harga peti mati yang dijual di pasar harga termurahnya yakni Rp 1,3 - 1,5 juta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved