Breaking News:

Isi Ulang Oksigennya Ludes Diborong untuk Dibagikan Gratis, Adinda Senang Walaupun Untungnya Tipis

Setelah itu pengelola dan pihak kejaksaan pun setuju untuk mengadakan aksi sosial untuk berbagai isi oksigen gratis kepada warga.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pengelola jasa Toko isi ulang oksigen Putra Tiga Surya Jaya Abadi yang juga anak pemilik toko Adinda Nurul Aulia 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pengelola toko pengisian oksigen Putra Tiga Surya Jaya Abadi di Jalan Sejahtera, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor ikut berpartisipasi dalam aksi sosial pembagian isi ulang oksigen gratis.

Pengelola jasa Toko isi ulang oksigen Putra Tiga Surya Jaya Abadi yang juga anak pemilik toko Adinda Nurul Aulia mengatakan keikut sertaannya dalam kegiatan tesebut berawal ada seorang jaksa perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Bogor yan datang untuk membeli oksigen secara gratis kepada masyarakat.

"Iya awalnya tuh tiba tiba kita kan lagi nurunin oksigen ya, tiba-tiba ada yang mau beli oksigen itu semua tapi karena oksigen ini sudah ada yang antre kita tawarkan besok," katanya disela-sela kegiatan aksi sosial berkarya untuk bangsa, pengisian oksigen gratis, dalam rangka hari bhakti Adhiyaksa ke 61, Senin (19/7/2021).

Setelah itu pengelola dan pihak kejaksaan pun setuju untuk mengadakan aksi sosial untuk berbagai isi oksigen gratis kepada warga.

"Kalau kita intinya apapun yang positif dan yang baik kita ikut, memang dengan aksi sosial ini untungnya tidak banyak karena harga tetap harga pabrik dan kita juga harus full tim untuk melayani warga, tapi kita senang karena bisa membantu dan ikut membantu dikondisi sekarang ini," ujarnya.

Saat ini kata Aulia ketersediaan oksigen bisa dibilang cukup terbatas.

Selain itu ditengah minimnya pasokan oksigen, harga oksigen dari produsen pun mengalami kenaikan sekitar dua kali lipat.

Ditengah minimnya pasokan oksigen, masyarakat pun perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mengisi ulang oksigen.

"Kalau dikita bisa dibilang paling terjangkau harganya karena memang kita enggak mau masok harga tinggi, kasian juga kan masyarakat, terus kita prinsipnya untung kecil yang penting ramai," ujarnya.

Saat ini kata Aulia, ketersediaan oksigen ditokomya pun dibatasi.

"Iya dibatasi, jalau biasanya 10 tabung, tapi karena ketersediaan terbatas juga hanya dapat lima tabung," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved