Lagi Cari Rumput, Nenek Diserang Pria Misterius, Awalnya Dipalak, Nasib Korban Tragis
Peristiwa itu terjadi di area ladang yang tak jauh dari rumah korban, Sabtu (17/7/2021) sekira pukul 10.30 WIB.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kejadian tragis menimpa seorang nenek asal Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah.
Nenek beridentitas M (65) itu meninggal dunia setelah dianiaya orang tak dikenal.
Peristiwa itu terjadi di area ladang yang tak jauh dari rumah korban, Sabtu (17/7/2021) sekira pukul 10.30 WIB.
Sebelum meninggal dunia, korban sempat memberikan ketarangan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk penting.
Korban sempat menceritakan detik-detik kejadian yang dialaminya itu sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui mulanya, korban tengah mencari rumput untk makan ternak di sebuah ladang.
Kemudian datang pelaku menghampiri korban.
Baca juga: Seorang Remaja Tewas saat Nekat Nyebrang di Jalan Tol, Awalnya Panjat Pagar Pembatas
Baca juga: KRONOLOGI Kakek Tukang Gali Kubur Dibunuh saat Akan Bersihkan Makam, Jasadnya Dibuang ke Kolam
Saat itu, korban tidak langsung diserang oleh pelaku.
Namun, pelaku terlebih dahulu meminta uang kepada korban.
"Awalnya, korban sedang mencari rumput untuk makan ternak di sebuah ladang, kemudian datang 2 orang," ungkap Kapolsek Mojosongo, AKP Joko Winarno kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/7/2021).
Dua orang tersebut terdiri dari seorang laki-laki, dan seorang perempuan.
"Kedua diduga pelaku, mendatangi korban, kemudian meminta uang ke korban," ujarnya.
Korban pun memberikan sejumlah uang kepada pelaku.
Baca juga: Ditolak Berhubungan, Siswa SMA Ini Habisi Nyawa Tantenya, Pura-pura Kaget Ngaku Temukan Jenazah
Baca juga: Gelagat Suami Sebelum Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Istri Hamil Tua Syok Lihat Mayat Dibungkus Plastik
Setelahnya, pelaku justru tetap menganiaya korban.
"Setelah dianiaya oleh pelaku, korban meninggal dunia, untuk mengetahui penyebab kematian, jenazah korban dibawa ke RS Moewardi, untuk di autopsi," jelasnya.
Diketahui polisi masih mencari saksi lainnya, untuk mencari keterangan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Eko Marudin, pemeriksaan saksi dan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan jajarannya.
"Dipimpin pak Kapolres, kami sudah melakukan olah TKP sebanyak dua kali," katanya, Minggu (18/7/2021).
Pihaknya pun terus mendalami informasi yang telah didapatkan guna mengidentifikasi pelaku.
"Kami juga terus mendalami informasi-informasi baru yang kami dapatkan, baik olah TKP maupun dari keterangan saksi-saksi," kata Eko.
Sementara itu jenazah korban telah dilakukan autopsi, sebelum dimakamkan pada Sabtu (17/7/2021) malam.
"Jenazah korban sudah dilakukan otopsi di rumah sakit di Solo, namun untuk hasilnya belum keluar," pungkasnya.
Kejadian lain
Seorang nenek di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas mengenaskan.
Nenek beridentitas Juliana Abe (74) itu tewas di rumahnya dengan kondisi tubuh bersimbah darah.
Ditemukan sejumlah luka bekas tusukan pada tubuh korban.
Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Namun diduga nenek tersebut korban pembunuhan.
Hingga kini polis masih mendalami kasus tewanya enek asal Dusun Lasilai, Desa Holulai, Kecamatan Loaholu itu.
Seperti diwartakan Kompas.com, Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, mengatakan, Juliana pertama kali ditemukan oleh cucunya, Melsi Sau (9) sekira pukul 05.30 WIB.
Diketahui Juliana adalah seorang janda yang selama ini tinggal berdua dengan cucunya Melsi Sau.
Saat ditemukan, ada luka tusukan benda tajam pada leher korban.
Anam menuturkan, kejadian itu bermula ketika pada Senin (19/7/2021), sekitar pukul 19.00 Wita, Juliana bersama cucu dan beberapa warga lainnya bermain kartu remi di rumah tetangga.
Usai bermain kartu, korban dan cucunya pulang ke rumah.
Tiba di rumah, Elsi Sau lalu berbaring di atas bangku yang berada di bagian selatan dalam rumah.
Sedangkan korban, masih menumpuk-numpuk sirih pinang di atas bangku bagian utara rumah.
Usai menyelesaikan pekerjaannya, korban lalu makan sirih pinangnya dan menutup pintu depan.
Selanjutnya, korban mematikan lampu listrik dalam rumah dan tidur.
Saat tengah malam, Melsi sempat terbangun dari tidurnya karena mendengar bunyi dobrakan pintu depan rumah.
"Sesaat kemudian, terdengar teriakan korban sebanyak satu kali," kata Anam.
Mendengar teriakan itu, Melsi yang takut, tidak berani mengecek keadaan korban dan melanjutkan tidurnya hingga pagi hari.
Setelah bangun pagi, Melsi melihat korban sudah telentang di atas tanah dengan tubuh bersimbah darah.
Melsi yang ketakutan, kemudian berlari ke rumah tetangga terdekat dan melaporkan kejadian itu.
Selanjutnya, informasi itu disampaikan kepada pengurus desa dan diteruskan ke aparat Polsek Rote Barat Laut.
Usai menerima laporan, tim identifikasi Polres Rote Ndao turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah Juliana lalu dievakuasi ke RSUD Baa, untuk proses visum.
"Hingga saat ini, penyidik Polres Rote Ndao masih melakukan penyelidikan. Untuk motif pembunuhan, belum bisa disimpulkan," kata Anam.
(TribunJateng.com/TribunnewsBogor.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tewas_20160801_172633.jpg)