Breaking News:

Bandingkan Blusukan Jokowi, Yunarto Sindir Gubernur yang Bolak-balik Kuburan : Apa Bisa Diteladani

Lain dengan blusukan Presiden Jokowi yang memiliki banyak makna di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Youtube Najwa Shihab
Yunarto Wijaya bandingkan blusukan Jokowi, dengan seorang gubernur yang bolak-balik ke kuburan 

Aksi blusukan Jokowi juga, kata Yunarto, dapat menjadi sebuah teladan bagi banyak pihak.

"Penting dari kegiatan simbolik ini adalah bisa menjadi teledan,

contoh misalnya ketika Presiden memberi sembako betul itu memang paling lima rumah,

pentingnya apa ? lho kan tetap akan ada pembagian sembako dalam jumlahnya jutaan,

tetapi kehadiran Presiden itu memastikan malulah kepala daerah, level camat atau lurah kalau kemudian ini tidak tersalurkan dengan baik kalau sudah diberi contoh oleh pemimpinnya," kata Yunarto Wijaya.

Sama halnya dengan seorang kepala daerah yang menyisihkan gajinya untuk membantu masyarakat.

Memang, kata Yunarto Wijaya, jumlahnya tak besar dan tak akan bisa membantu semua masyarakat.

Namun setidaknya, tindakan itu bisa menggugah pihak lain untuk turut melakukan hal baik.

"Saya malah gak ngerti sampai sekarang ada seorang gubernur yang bolak-balik datang ke kuburan,

apa makna dan yang bisa diteladani dari hal itu ?" kata Yunarto Wijaya.

Meski begitu, Yunarto Wijaya menekankan kegiatan simbolik dengan memawa makna demikian harus tetap hati-hati.

"Dengan catatan jangan sampai kegiatan simbolik ini malah melanggar aturan sendiri,

contoh kerumumanan yang sempat muncul di acara Jokowi di NTT," kata Yunarto Wijaya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved