Breaking News:

IPB University

Dosen IPB University Bicara Reklamasi Lahan Bekas Tambang dengan Pendekatan Keanekaragaman Hayati

Hasil reklamasi dipastikan harus bermanfaat bagi masyarakat dan kegiatan pasca tambang harus meningkatkan status dan fungsi lahan.

Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI - Foto udara kawasan proyek reklamasi Teluk Jakarta (bawah) di Pantai Utara Jakarta, Selasa (5/12/2017). 

TRIBUNEWSBOGOR.COM-- Agathis, yaitu ikatan alumni IPB University angkatan 21, menggelar webinar tentang Kontribusi Alumni IPB University di Tambang: dari Reklamasi hingga Pengelolaan dan Sosial, (10/07).

Penyelenggaraan webinar dilakukan dalam konteks rehabilitasi hingga pengelolaan dan sosial.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah alumni IPB University yang telah sukses meniti karir di bidang pertambangan.

Ir Sujatmiko, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyebutkan tambang tidak semata-mata urusan alumni IPB University.

Namun, semua pihak dari berbagai bidang keilmuan harus terlibat karena problematika ini bersifat multidimensi.

Dikatakannya, berdasarkan evolusi norma pengaturan lingkungan pertambangan, sudah ada perhatian terhadap reklamasi sejak tahun 1967.

Hingga tahun 2020, yang kini lebih menekankan pada kewajiban bagi pelaku tambang untuk melakukan reklamasi.

“Artinya, kalau dulu pelaku tambang tidak patuh terhadap undang-undang, maka terdapat sanksi pidana, di samping denda dan pencabutan izin, sejak tahun 2020 bagi mereka yang tidak melakukan reklamasi.

Hal ini dilakukan untuk memberikan penekanan terhadap pengelolaan lingkungan di tambang” ujar Ir Sujatmiko.

Intinya, kegiatan reklamasi terintegrasi pada semua tahap pertambangan dari eksplorasi sampai pasca tambang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved