Virus Corona Bogor

Secara Bertahap Toko Non Pangan di Pasar Tradisional Dibuka Dengan Aturan Ketat

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan penerapan aturan tersebut khsususnya untuk kearifan lokal, tempat usaha mikro khususnya di pasar.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 atau PPKM Level 4 tingkat Kota Bogor Satgas Covid-19 secara bertahap mulai membuka umkm non pangan di pasar tradisional. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 atau PPKM Level 4 tingkat Kota Bogor Satgas Covid-19 secara bertahap mulai membuka umkm non pangan di pasar tradisional.

Pembukaan operasinal tokok non pangan tersebut dibuka dengan aturan yang ketat.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan penerapan aturan tersebut khsususnya untuk kearifan lokal, tempat usaha mikro khususnya di pasar.

"Ada beberapa komoditas yang kita perkenankan secara terbatas ya yang non sebako sudah diatur oleh PD Pasar boleh melakukan aktivitas," katanya, saat ditemui di Posko Satgas Covid-19, Kamis (22/7/2021).

Namun operasional toko non oangan tersebut diperbolehkan selama pedagang dan karyawannya sudah menjalani vaksinasi dua kali suntikan dosis.

"Kita juga mengimbau mereka-mereka yang belanja ke pasar mereka yang melakukan aktivitas adalah mereka yang sudah divaksin," ujarnya.

Saat ini kata Dedie PD Pasar sedang mempersiapkan metode atau teknis dibukanya toko non pangan di pasar tradisional sehingga mengurangi penularan baru dan mengurangi resiko kematian.

"Saya minggu-minggu terakhir saudara sahabat handaitaulan kemarin sepupu saya meninggal karena covid jadi ini bukan hal yang main-main ya pertaruhannya nyawa mudah mudahan masyarakat jangan teledor nanti menyesal karena ada keluraga yang fatal baru sadar bahwa covid ini ada ," ujarnya.

Sementara itu terkait teknis peraturan dibukanya toko non pangan Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir pihaknya sebelumnya melakukan pertemuan dengan para pedagang.

Para pedagang mengeluhkan tidak memiliki penghasilan dan meminta agar ada penggeratisan sewa toko ataupun adanya bantuan untuk karyawan.

Mendapat tuntutan dari pedagang, pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya pun tidak memiliki kemampuan tersebut.

Sehingga para pedagang dan pengelola pasar duduk bersama mencari solusi agar situasi tetap kondusif dan penularan Covid-19 bisa dicegah

Dari kesepakatan itu kata Muzakkir ada 10 point aturan yang harus diikuti oleh para pedagang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved