Breaking News:

IPB University

Mengenal Lebih Dekat Burung Pemangsa di Indonesia, Populasinya Menurun karena Perburuan Liar

jumlah burung pemangsa menurun karena beberapa faktor seperti fragmentasi habitat, perburuan liar, keracunan ikan serta kemampuan reproduksinya

Editor: Soewidia Henaldi
picture from Pixabay
ilustrasi - Burung hantu disebut sebagai burung pemanggsa atau bird raptors 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Cluster Wild Ornith Himpro Satwa Liar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University menyelenggarakan kuliah umum “Birds of Prey: Treatment, Conservation, and Medicine,” secara daring, belum lama ini.

Kuliah dibawakan oleh drh Muhammad Piter Kombo yang merupakan Manager dari Taman Burung dan Museum Fauna Indonesia Komodo-Taman Reptilia Taman Mini Indonesia Indah.

Peserta webinar adalah mahasiswa FKH IPB University dan non-FKH, serta dokter hewan dan masyarakat umum.

Kuliah dibuka dengan materi tentang konservasi burung pemangsa atau juga dikenali sebagai raptors.

Drh Kombo menjelaskan, tidak semua burung pemangsa di Indonesia dilindungi.

Ia mencontohkan, salah satunya adalah manajemen burung hantu yang belum diatur dalam Undang-Undang.

“Rakyat Indonesia seperti petani, nelayan, pebisnis kopi kini lebih sadar akan peran penting burung pemangsa dalam rantai makanan dan kelangsungan ekosistem,” ungkap drh Kombo.

Lebih lanjut ia menerangkan, jumlah burung pemangsa menurun karena beberapa faktor seperti fragmentasi habitat, perburuan liar, keracunan ikan serta kemampuan reproduksinya yang  lambat.

Pada kesempatan ini, peserta diperkenalkan dengan beberapa jenis burung pemangsa yang sering terlihat di pasar dan tepi jalanan.

Burung-burung yang dimaksud seperti burung hantu serak jawa dan burung hantu celepuk serta perbedaan fisik pada masing-masing burung untuk identifikasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved