Breaking News:

Modus Debt Collector Rampas Motor Remaja Santri di Cileungsi Bogor, Kawanan Ini Dibekuk Polisi

Kawanan perampas motor bermodus debt collector dibekuk Polsek Cileungsi setelah merampas motor milik remaja santri di kawasan Cileungsi, Bogor.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kawanan perampas motor warga bermodus debt collector dibekuk Polsek Cileungsi setelah merampas motor milik remaja santri di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kawanan perampas motor bermodus debt collector dibekuk Polsek Cileungsi setelah merampas motor milik remaja santri di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Harun menjelaskan bahwa kejadian bermula pada 9 Juni 2021 ketika korban remaja santri PS mengendara motor membonceng rekannya.

"Di tengah jalan korban dipepet oleh empat orang pelaku kemudian diminta berhenti oleh pelaku," kata AKBP Harun kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jumat (23/7/2021).

Motor korban kemudian diambil oleh salah satu tersangka lalu korban digiring untuk mendekati salah satu kantor leasing dengan modus debt collector atau mata elang tersebut.

Di sana korban diminta untuk menandatangani surat tanda terima penarikan kendaraan yang suratnya tanpa disertai logo perusahaan dari mana.

"Karena korban ini masih remaja, takut, kemudian korban menandatangani, kemudian diberikan surat blangko yang palsu, yang kosong. Setelah itu motor dibawa tersangka," kata Harun.

Harun menjelaskan dalam kasus ini ada empat tersangka berinisial SD, DS, CHM, TSM namun salah satu tersangka diantaranya yakni SD masih DPO (daftar pencarian orang) sementara yang lainnya berhasil ditangkap.

Motor hasil rampasan pelaku ini, kata Harun, sempat dijajakan di daerah Tapos, Depok dengan harga Rp 1,5 juta.

"Kemudian yang kedua, dengan modus yang sama kita amankan juga tersangka R dengan modus mengaku sebagai mata elang atau debt collector mengambil satu unit sepeda motor," kata Harun.

Dalam kasus ini polisi berhasil menyita barang bukti sejumlah motor hasil rampasan, surat-surat blangko palsu yang digunakan tersangka, bahkan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam korbannya.

Para tersangka dijerat pasal perampasan dan penipuan dan juga penggelapan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved