Breaking News:

Viral di Medsos

Heboh Video Nakes Dilukai Keluarga Jenazah Covid-19, Fakta Sebenarnya Terkuak : Gunting Sampai Patah

Imbas keributan tersebut, dua nakes luka-luka akibat terkena gunting yang dipegang pria itu.

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
Instagram
Kronologi Kasus Nakes Dilukai Keluarga Jenazah Covid-19 Pakai Gunting, Terkuak Alasan Pelaku Emosi 

Selanjutnya RSUD juga mempersiapkan para SDM dengan melakukan simulasi ketika menangani pasien Covid-19.

Baca juga: Perjuangan Rudy Cari Oksigen untuk Orangtua yang Terpapar Covid-19 : Alhamdulilah Ada Orang Baik

Ihtiar RSUD Kota Bogor untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak berhenti sampai disitu.

Ditengah melonjaknya pasien Covid-19 yang memerlukan perawatan rumah sakit dengan kondisi gejala sedang hingga berat bahkan kritis RSUD Kota Bogor terus meningkatkan ketersediaan tempat tidur.

Dari yang awalnya hanya sekitar 70an tempat tdur kini daya tampung RSUD Kota Bogor untuk pasien Covid-19 dimaksimalkan hingga 170.

Dirut RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir mengatakan bahwa mengenai SDM hingga saat ini RSUD masih kekurangan tenaga kesehatan.

"Hari ini saja kita membutuhkan 60 perawat baru kita merekrut yang datang itu baru sekitar 12 yang kita rekrut mau tidak mau kita mengurangi pasien umum dulu kita alihkan untuk pengananan covid tapi permasalahannya ternyata tidak semudah itu juga karena banyak paparan terhadap nakes," ujarnya Kamis (1/7/2021) saat ditemui di Gedung RS Lapangan sebagai perluasan RSUD Kota Bogor.

dr Ilham mengatakan sejak awal pandemi sekitar 1,5 tahun lalu RSUD 'tidak pernah istirahat'.

"Kita tidak pernah wfh home ya tapi wfh kita work from hospital jadi saya sih berpikir biar masyarakat menilai, jangan egois gitu masyarakat, saya lihat (masyarakat) egois, egois kenapa, egois masih penuh dijalann masih makan makan di jalan abai sama protokol kesehatan sementara tenaga kesehatan terus menggempur banyak kekuatan jadi tolong, plis sekali memperhatikan kondisi ini," katanya.

Saat ini tingkat ketersediaan tempat tidur di RSUD Kota Bogor pun disesuaikan dengan ketersediaan tenaga kesehatan.

dr Ilham tak memungkiri bahwa kondisi tenaga kesehatan saat ini kelelahan ditengah peningkatan pasien.

Terlebih ketika tenaga kesehatan harus memasang infus dan alat kesehatan kepada pasien secara bersamaan ketika pasien di dalam ruangan over capasity lantaran peningkatan jumlah tempat tidur.

Baca juga: Kabar Kehamilan Aurel Bocor, Atta Halilintar Trauma Ungkap Ini, Anang Hermansyah Minta Didoakan

"Itu akan membuat gerak perawat itu terbatas dan melelahkan dan memang ini mau tidak mau kita dalam satu bulan  ini kita berhadapan dengan hal itu mulai kelihatan kelelahan kelelahan dari tenaga medis tapi saya berfikir kita tetap semangat di RsUD saling menjaga tapi saya minta sekarang ini dari protokol kesehatan masyarakat terutama dalam menjaga mobilisasi," katanya.

Terkait situasi dan kondisi pasien yang datang ke RSUD kata dr Ilham antrean ambulance pada Rabu (30/6/2021) di IGD RSUD tak terelakan lagi.

Bahkan ada satu pasien meninggal dunia di dalam ambulance.

"Bahkan bukan diambulance saja di igd juga ada kemudian diwilayah juga banyak. kan gini ya kita kemarin dapat bantuan dari kadin 20 peti mati dapat dalam waktu tiga hari saja sudah habis, yang minta itu dari wilayah-wilayah artinya yang isoman juga banyak yang meninggal gitu karena enggak dapat rumah sakit itu yang saya bilang masyarakat jadi ini kewajiban komunal kewajiban seluruh enggak bisa hanya pemeintah sendiri," katanya.

Sore ini kata dr Ilham RS Perluasan RSUD akan dibuka dan akan langsung menerima 18 pasien kondisi sedang dan berat yang saat ini masih berada di IGd karena belum mendapat tempat tidur.

"kita berjuang yang terbaik apapun hasilnya kita serahkan sama Allah," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved