Breaking News:

Hubungan Zulkifli dengan Satpol PP Mardani Hamdan, Ormas yang Polisikan Wanita Korban Pemukulan

Wanita korban pemukulan Satpol PP Gowa, Amriana dan suaminya, Nur Halim justru dipolisikan atas tuduhan menyebar berita bohong soal kehamilannya.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Facebook Ivan Vanhouten/Kompas TV
Ivan merasa difitnah oleh Mardani, Satpol PP Gowa yang pukul wanita hamil saat razia PPKM Darurat 

AKP Mangatas Tambunan menerangkan, Riyana dan Ivan dilaporkan atas berita bohong soal pengakuan hamilnya.

"Berita bohong," kata AKP Mangatas Tambunan.

Saat membuat laporan polisi atas tindak pemukulan itu, kata AKP Mangatas Tambunan, Riyana juga tak menyertakan bukti kehamilannya.

"Polisi fokus pada pemeriksaan penganiayaan, belum ada (bukti kehamilan)," kata AKP Mangatas Tambunan.

Melansir Tribun Timur, Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muhammad Zulkifli mengatakan, ia telah melaporkan pemilik warkop tersebut.

Laporan terkait dugaan melakukan menyiarkan berita bohong dilakukan secara live yang diduga menimbulkan keonaran di masyarakat.

Ia resmi melapor pada Kamis kemarin di Polres Gowa.

Pelaporan terkait berita bohong ini ditujukan kepada pasutri pemilik warkop (Ivan dan Riyana) tersebut.

"Laporan ini ditujukan kepada pemilik kafe dan mungkin juga nanti akan ada orang lain yang diikutkan di situ, mungkin pengacaranya juga," ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/7/2021) sore.

Pihaknya telah melihat beberapa video yang berdurasi sekitar 21 menit.

Ia melihat bahwa pasutri itu memviralkan yang terjadi saat insiden peganiayaan.

Saat itu, sang suami meyampaikan keadaan istrinya yang sedang hamil dan pecah ketuban.

"Dan istrinya juga sempat berbicara seperti itu, dan video kedua yang saya lihat pada saat di lokasi ada pengacaranya juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya (Riyana) hamil," ujarnya.

Riyana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro
Riyana (baju kuning) korban diduga penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa saat operasi PPKM mikro (TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)

Bahkan dia mengatakan media harus melihat ini jangan sampai dikira bohong.

"Itu seakan-akan itu dipertegas (kehamilan) benar," jelasnya.

Zulkifli mengaku alasan ia melaporkan pasutri tersebut karena ada usaha mendramatisir keadaan.

Jika dia berbohong karena keadaan darurat ia sepakat, tapi setelah itu ia akui bahwa tidak hamil.

"Tapi karena kondisi darurat itu dikatakan agar tidak ada pemukulan. Tapi setelah kondisi aman itu diviralkan ke sana kemari," ucap dia.

Dia mengaku turut simpati atas kejadian pemukulan oleh oknum Satpol PP terhadap korban yang diduga hamil tersebut.

Namun faktanya lanjut dia, mereka (pasutri) menyampaikan melalui media sosial dan diviralkan bahwa dari hasil medis USG nya dalam keadaan kosong atau tidak hamil.

"Tapi kita berharap mereka legowo minta maaf bahwa tidak hamil. Tetapi ini yang terjadi tidak, justru ini semakin diviralkan. Bahkan ini usaha untuk mempertahankan kebohongan," bebernya.

"Saya tidak tahu untuk apa ini diviralkan, bisa saja untuk bisnis karena dia selebgram atau apa, untuk endorse, bisa sajakan," sambung dia.

Tribun Timur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved