Breaking News:

Kondisi Terbaru Pasien Covid-19 Pasca Disiksa Warga Kampung, Bupati Sebut Korban Depresi Karena Ini

seorang warga menjelaskan duduk perkara dan kronologi kenapa pasien Covid-19 itu diikat tangan dan kakinya.

Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Instagram cerminhidupp
Pasien Covid-19 disiksa dan diikat warga, Bupati Toba buka suara ungkap kondisi terbaru korban 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sempat viral di media sosial, fakta dibalik pasien Covid-19 yang disiksa dan diikat tangan dan kakinya oleh warga kini terungkap.

Kondisi terbaru pasien Covid-19 itu pun diungkap oleh Bupati Toba.

Video penyiksaan itu awalnya diposting oleh keponakan korban, Jhosua Lubis.

Pasien Covid-19 yang disiksa warga itu bernama Salamat Sianipar, warga Desa Pardumuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Ternyata, informasi yang beredar itu salah informasi.

Dalam sebuah DM, seorang warga menjelaskan duduk perkara dan kronologi kenapa pasien Covid-19 itu sampai nekat disiksa.

Peristiwa itu terjadi karena warga kesal dengan tingkah laku pria berusia 45 tahun yang mencoba menularkan Covid-19.

Baca juga: Kabar Baik, Angka Sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Bogor Meningkat

Diduga, pria tersebut depresi ketika dinyatakan positif Covid-19.

"Bukan gitu kejadian sebenarnya Nang. Setelah hasil swab keluar, dikasih tahu kalau dia positif Covid-19.

Lalu dia depresi dan stres dan pergi ke warung dan mencoba memeluki orang lain.
Otomastis orang lain itu protes dan ketakutan," tulis akun Instagram Irene Debora.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved