Breaking News:

PPKM Level 4, Bima Arya Tinjau Operasional Pasar Tradisional Non-Sembako hingga Warung Makan

Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 mulai 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa/Pemkot Bogor
Bima Arya Tinjau Operasional Pasar Tradisional Non-Sembako 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 mulai 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.

Namun, ada beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat secara bertahap.

Salah satu penyesuaiannya adalah pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

Di pasar tradisional Kota Bogor, tampak pedagang non kebutuhan pokok sudah mulai membuka kiosnya. Sebelumnya, yang boleh berjualan selama PPKM hanya pedagang yang menjual kebutuhan sehari-hari, seperti sembako dan lain sebagainya.

Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya melakukan peninjauan ke Pasar Bogor, Senin (26/7/2021). Bima Arya menghampiri beberapa toko untuk mensosialisasikan peraturan baru tersebut.

“Sudah tahu ya Bu, buka sampai jam 3 sore? Sabar dulu ya Bu, masih penyesuaian,” tanya Bima ke salah satu penjual pakaian.

Bima Arya Tinjau Operasional Pasar Tradisional Non-Sembako
Bima Arya Tinjau Operasional Pasar Tradisional Non-Sembako (Istimewa/Pemkot Bogor)

Menurut Bima, sejumlah pedagang sudah paham mengenai aturan tersebut. Hanya saja penerapan protokol kesehatan harus diawasi terus.

“Hari ini adalah hari pertama pemberlakukan perpanjangan PPKM. Ada beberapa yang berubah, yaitu pasar tradisional non bahan pokok. Tadi kita lihat, semua sudah paham jam operasionalnya sampai jam 15.00 WIB. Saya titip agar jaga protokol kesehatan,” ungkap Bima Arya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya terlihat berbelanja di beberapa toko. Bima membeli sejumlah perlengkapan sekolah seperti seragam, tas dan lain sebagainya untuk dibagikan kepada warga yang ia temui saat blusukan nanti.

Bima Arya juga mengaku menemukan fenomena yang harus dicermati, yakni banyaknya warga yang menjual emas perhiasan di Pasar Bogor. “Ini berarti warga banyak yang kesulitan karena penghasilannya berkurang bahkan hilang. Sehingga mereka mulai menjual perhiasannya. Ini menjadi perhatian kita juga untuk terus mengucurkan bantuan,” jelas Bima.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved