Breaking News:

Kakek di Jagakarsa Hantam Istri Pakai Linggis karena Dendam, Sandiwara ke Tetangga Dibongkar Polisi

AR (70) menghabisi nyawa istrinya sendiri, M (63) di dalam rumah mereka di Jalan Kelapa Puan RT 10/3, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang suami tega menghabisi nyawa istrinya menggunakan linggis.

AR (70) menghabisi nyawa istrinya sendiri, M (63) di dalam rumah mereka di Jalan Kelapa Puan RT 10/3, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

AR menghabisi nyawa istrinya lantara cemburu.

Setelah menghabisi nyawa istrinya, AR sempat bersandiwara.

Seorang tetangga, Budi Harsono (46) menceritakan sesaat setelah kejadian AR sempat meminta tolong.

"Dia minta tolong ke sini," kata Budi seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Jakarta.

Karena mengalami stroke, kata Budi, saat minta tolong ucapan AR tak begitu jelas.

"Ngomongnya gak jelas, karena dia kan punya penyakit stroke," katanya.

Budi bersama kakak iparnya lantas masuk ke dalam kamar korban.

Saat ditemukan, M dalam posisi telungkup ke arah kiri.

Jasad M juga, kata Budi, sudah bersimbah darah.

"Abang ipar gak berani megang karena sudah banyak darah di tangah, kepala, sama di bantal,

terus saya mastiin lagi, saya lihat juga banyak darah, paling banyak di kepala," kata Budi.

Merasa ada yang janggal, Budi pun melaporkan kejadian ke Ketua RT.

"Pas dikumpulin ramai-ramai, baru dia ngaku, tapi tadi ditanya jawabannya masih berubah-ubah terus," kata Budi.

Korban pembunuhan dibawa menggunakan ambulans di Jalan Kelapa Puan RT 010 RW 03, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (27/7/2021).(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)
Korban pembunuhan dibawa menggunakan ambulans di Jalan Kelapa Puan RT 010 RW 03, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa (27/7/2021).(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO) (Kompas.com)

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah juga menuturkan bahwa AR sempat berpura-pura minta tolong.

“Dan saat ditemukan di TKP dia sempat menghindar atau tidak mengakui perbuataannya.

Tapi berkat kejelian dari penyidik dia tidak bisa mengelak lagi,” ujar Azis.

Kebohongan itu terungkap setelah ditemukan bercak darah di baju AR.

Selain itu ada bekas karat di telapak tangan dan sejumlah bukti lainnya.

Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan AR menyimpan dendam pada istrinya, M.

Dendam tersebut, berdasar pengakuan AR pada Polisi, sudah dipendam sejak 5 tahun lalu.

Selama ini AR dan M memang tinggal bersama anak dan menantunya.

Rumah yang menjadi lokasi pembunuhan di Jagakarsa, Jakarta Selatan dipasang garis polisi, Selasa (27/7/2021).
Rumah yang menjadi lokasi pembunuhan di Jagakarsa, Jakarta Selatan dipasang garis polisi, Selasa (27/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Demi melampiaskan dendamnya, AR menunggu kesempatan untuk menghabisi nyawa M.

“Kebetulan tersangka dan korban masih tinggal bersama dengan beberapa anak dan menantu. Jadi dia mencari waktu,” ujar Azis seperti dikutip dari Kompas.com.

Kesempatan itu datang pada Selasa (27/7/2021) siang.

“Dia menunggu anaknya keluar rumah kemudian baru untuk melakukan aksinya,” tambah Azis.

AR membunuh istrinya yang sedang tidur pulas.

Ia menghantamkan linggis ke kepala istrinya.

“Dari keterangan tersangka, istrinya dipukul dua kali menggunakan linggis di bagian kepala ketika korban tertidur,” kata Azis.

Menurut pengakuannya, AR nekat menghabisi nyawa istrinya karena disebut memiliki hubungan dengan pria lain.

“Adapun motifnya dari keterangan tersangka adalah cemburu terhadap istrinya,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah

AR mengaku pernah memergoki M mesra dengan pria lain.

“Diduga ada hubungan dengan dekat dengan beberapa kerabat atau orang terdekat namun ini masih perlu diperdalam lebih lanjut lagi,” ujar Azis.

Kini, polisi telah menetapkan AR sebagai tersangka setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa AR.

“Kami kemudian menaikkan tingkat penyelidikan menjadi penyidikan dan telah menetapkan tersangka pelaku,” ujar Azis.

Dari hasil olah TKP, M ditemukan tergeletak bersimbah darah.

M mengalami luka di bagian kepala akibat dihajar dengan besi.

Tribun Jakarta / Kompas.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved