Breaking News:

Teror Virus Corona

Mengenal Varian Lambda Mutasi Baru Covid-19, Disebut Kebal Terhadap Vaksin Sinovac

Berbeda dengan Lemus-Martin, Tsukayama tetap berhati-hati terhadap varian Lambda.

Editor: khairunnisa
Pete Linforth/Pixabay
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Virus corona (Covid-19) telah bermutasi beberapa kali sejak pandemi dimulai, dengan beberapa varian yang lebih menular dan mematikan.

Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan empat mutasi tersebut sebagai varian yang mengkhawatirkan atau variant of concern (VOC), yaitu Alfa, Beta, Gamma, dan Delta.

Kemudian ada empat varian lainnya, yaitu Eta, Iota, Kappa, dan Lambda, yang telah ditetapkan sebagai varian yang diminati atau variants of interest (VOI).

Dilansir Al Jazeera, dalam beberapa minggu terakhir penyebaran cepat terjadi pada varian Lambda.

Varian Lambda yang pertama kali terdeteksi di Peru, telah menarik menarik perhatian berbagai ahli.

Varian Lambda saat ini merupakan varian dominan di negara Andes, yang memiliki tingkat kematian virus corona per kapita tertinggi di dunia.

Baca juga: Ungkap Perbedaan Gejala Influenza dan Covid-19, Dokter Tirta Jelaskan 2 Syarat Pasien Isoman Sembuh

Varian Lambda juga telah menyebar ke setidaknya 28 negara lain termasuk Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Inggris.

Berikut ini hal yang perlu diketahui mengenai varian Covid-19 Lambda:

Di mana dan kapan pertama kali terdeteksi?

Varian Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Desember lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved