Breaking News:

Bima Arya Terjun Langsung Awasi Distribusi Tabung Oksigen ke Rumah Warga Isoman

Menurut Bima, 5 unit tabung berukuran 6M3 yang tersedia di kecamatan tersebut bisa dikonversi menjadi 20 tabung kecil untuk warga yang membutuhkan.

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau Kantor Kecamatan Bogor Utara untuk melihat secara langsung proses distribusi oksigen untuk kebutuhan warga yang sedang menjalani perawatan di rumah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau Kantor Kecamatan Bogor Utara untuk melihat secara langsung proses distribusi oksigen untuk kebutuhan warga yang sedang menjalani perawatan di rumah.

Jadi, di setiap kecamatan disiapkan 5 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik setiap harinya.

Warga bisa mengisi tabung-tabung kecil miliknya secara gratis selama persediaan masih ada.

“Jadi masih harus diantisipasi kebutuhan warga yang sedang isoman. Kita ingin menekan semaksimal mungkin angka kematian warga yang Isoman. Jangan sampai warga meninggal karena tidak dapat oksigen,” ungkap Bima Arya di Balaikota Bogor, Kamis (29/7/2021).

“Bagi warga Kota Bogor yang sangat membutuhkan oksigen untuk keluarganya yang sedang Isoman, silahkan menghubungi Kantor Kecamatan. Saat ini di setiap Kantor Kecamatan tersedia tabung Oksigen besar yang bisa dikonversi menjadi tabung kecil,” ujar Bimas Arya.

Menurut Bima, 5 unit tabung berukuran 6M3 yang tersedia di kecamatan tersebut bisa dikonversi menjadi 20 tabung kecil untuk warga yang membutuhkan.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau Kantor Kecamatan Bogor Utara untuk melihat secara langsung proses distribusi oksigen untuk kebutuhan warga yang sedang menjalani perawatan di rumah.
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau Kantor Kecamatan Bogor Utara untuk melihat secara langsung proses distribusi oksigen untuk kebutuhan warga yang sedang menjalani perawatan di rumah. (Istimewa/Pemkot Bogor)

“Memang masih sangat terbatas. Insya Allah ditambah secara bertahap. Mudah-mudahan bisa membantu warga yang kondisinya darurat supaya yang isoman ini tetap kita pastikan dimonitor kesehatan dan terus membaik. Ini gratis selama persediaan masih ada, diupayakan distribusi bisa setiap hari,” jelasnya.

Kebutuhan oksigen, kata Bima Arya, masih tinggi. Namun, dibandingkan dengan minggu lalu sudah lebih terkendali karena ada pasokan dari berbagai sumber.

“Ada dari Krakatau Steel, ada bantuan dari Tanoto Foundation, ada bantuan dari Provinsi. walaupun demikian setiap sore saya masih memonitor ketersediaan oksigen di seluruh RS Kota Bogor. Jika ada stok yang sudah mulai menipis, langkah-langkahnya jelas,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved