Breaking News:

IPB University

Begini Cara Mengelola Manajemen Risiko Bagi Mahasiwa Kolaborai Prudential dan IPB University

bentuk komitmen Prudential sebagai salah satu lembaga asuransi terbesar di Indonesia yang memiliki moral obligation dan tanggung jawab sosial.

Editor: Soewidia Henaldi
Humas IPB
Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB, Prof Dodik R Nurrohmat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- IPB Univeristy bersama dengan PT Prudential Life Assurance menggelar Financial Risk Management in Product Design and Implementation.

Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB University mengungkapkan bahwa manajemen risiko hal penting terutama dalam beberapa tahun terakhir.

“Ilmu tersebut sangat penting bagi siapa saja yang bekerja di industri keuangan. Mengingat manajemen risiko adalah bagian dari setiap individu, maka melalui webinar ini diharapkan dapat membuka wawasan kita bersama mengenai manajemen risiko terutama di tengah pandemi. Semoga kerjasama antara IPB University dengan Prudential Indonesia bisa terus semakin baik,” ujarnya.

Chief Human Resources Officer PT Prudential Life Assurance Indrijati Rahayoe mengungkapkan komitmen perusahaannya untuk selalu dekat dengan mahasiswa IPB University.

“Ini adalah salah satu cara kita menjembatani gap antara dunia usaha dengan dunia institusi pendidikan. Prudential adalah salah satu perusahaan yang berusaha men-support terlaksananya kampus merdeka yang menjadi arahan pemerintah untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia usaha,” ungkapnya.

Tujuan Prudential datang ke kampus IPB University, kata Indri, adalah dalam rangka sharing ilmu dari dunia usaha.

Ini menjadi bentuk komitmen Prudential sebagai salah satu lembaga asuransi terbesar di Indonesia yang memiliki moral obligation dan tanggung jawab sosial.

“Kita harus bersama-sama menciptakan talent-talent Indonesia yang bisa membanggakan dunia industri dan membanggakan secara nasional,” ujar Indri.  

Suka duka di financial risk management kemudian dijelaskan oleh Yenie Rahardja, Head of Financial Risk Management Actuarial.  “Suka dukanya yaitu seperti dikejar deadline dan lain-lain. Kecerdasan analitycal dan technycal ini perlu. Hal yang harus dimiliki adalah communication skill. Di dunia kerja, yang kebanyakan stakeholdernya bukan orang technycal, kita harus bisa menginterpretasikan dengan cepat. Apabila ada kesempatan diskusi dan bicara maka gunakanlah sebaik-baiknya, dan teruslah berlatih,” ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved