Breaking News:

Kisah Gadis 14 Tahun Diperdaya Ayah Tiri dan Paman saat Ibu ke Sawah, Korban Kini Hamil

Bocah yang masih duduk dibangku SMP itu kini hamil akibat ulah ayah tiri dan pamannya.

Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
Tribunnews.com
Ilustrasi 

Selama dua tahun, korban tak berani buka suara lantaran diancam pelaku.

Hingga kemudian korban berani membongkar kelakuan ayah tirinya.

Awalnya, korban melaporkan perbuatna ayah tiri ke ibu kandungnya.

Namun saat itu ibu kandung korban tak percaya dengan pengakuan korban.

Kemudian korban lapor ke gurunya di sekolah.

Setelahnya, sekolah memanggil ibu korban untuk klarifikasi.

Namun, ibu kandung korban tetap tidak mempercayainya dan tidak melapor ke polisi.

Akhirnya, korban menemui ayah kandungnya dan menceritakan apa yang dialaminya itu.

Mendengar pengakuan korban, sang ayah kandung pun melaporan AS ke polisi.

Kini, pelaku AS telah berhasil diamankan pihak kepolisian.

Polres Jakarta Barat gelar konferensi pers kasus pencabulan anak tersangka AS (49) kepada anak tirinya, Jumat (16/7/2021).
Polres Jakarta Barat gelar konferensi pers kasus pencabulan anak tersangka AS (49) kepada anak tirinya, Jumat (16/7/2021). (Warta Kota/Desy Selviany)

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya.

Seminggu bisa sampai tiga kali

AS mengakui telah menodai anak tirinya sejak tahun 2018 lalu.

Hal itu diketahui setelah pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus tersangka AS (49) pada Jumat (16/7/2021).

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh mengatakan bahwa pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah meminta keterangan dari korban dan pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, AS mengakui telah mencabuli anak tirinya sendiri sejak tahun 2018.

Diketahui jika gadis yang orangtuanya telah bercerai itu memilih tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah menikah lagi dengan AS.

Siswa SMP itu tinggal di rumah kontrakan petak bersama ibu dan ayah tirinya.

Baca juga: Bocah Perempuan DIcabuli 3 Teman Mainnya, Ibu Korban: Diajak Main Petak Umpat Lalu Didorong ke Kamar

Baca juga: Bertahun-tahun Digagahi Ayah Tiri, Nasib ABG Ini Makin Menderita Usai Hubungi Teman Pelaku

Ketiganya kerap tidur bersama di ruangan yang sama karena keterbatasan tempat.

Di setiap malam, AS ternyata mencabuli korban tanpa diketahui istrinya.

"Tersangka bisa berbuat asusila terhadap korban sampai seminggu dua sampai tiga kali. Sehingga kalau dihitung tiga tahun kemungkinan bisa mencapai ratusan kali," jelas Bismo dalam keterangan rilis di Mapolres Metro Jakarta Barat Senin (19/7/2021).

AS mencabuli korban di dua lokasi kontrakan yakni pertama di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan.

Kemudian kedua di kontrakan di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Atas perbuatannya AS dijatuhi hukuman Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman mencapai 15 tahun penjara.

"Kemudian karena tersangka ada hubungan keluarga maka akan diperberat sepertiga dari ancaman pidana," tutur Joko.

Ibu kandung tak percaya

Korban sempat mengadukan kelakuan pelaku ke ibu kandungnya.

"Tapi ibunya tidak percaya hingga akhirnya korban bercerita kepada bapak kandungnya dan melapor ke Mapolres Metro Jakarta Barat," tuturnya.

Dari hasil visum, korban mengalami kekerasan seksual.

Ada luka fisik pada bagian intim korban.

Saat ini, korban tengah melakukan pemulihan fisik dan psikis didampingi Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat.

Kesaksian ayah kandung

R, menuturkan bahwa anak kandungnya ini telah tiga tahun tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya.

"Kemarin di rumah saya dia cerita sama istri saya atau Ibu tirinya bahwa dia sudah dinodai atau disetubuhi sama ayah tirinya," kata R, Kamis (15/7/2021).

Ia mengungkapkan jika korban sudah menjadi korban sejak kelas 7 SMP atau sekira dua tahun lalu.

"Jadi pertama kali disetubuhi sekitar umur 13 tahun pas anak saya kelas 1 SMP.

Tapi dia takut cerita karena dia diancam sama ayah tirinya kalau sampai dia ngomong nanti ibunya sakit," ucap R.

(Surya Malang/TribunJakarta.com/Wartakotalive.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved