Breaking News:

KRONOLOGI Bayi 18 Bulan Tewas Tercebur dalam Ember Cat, Nenek Korban Histeri Lihat Kondisi Sang Cucu

Musibah yang dialami bayi malang itu tak pernah disangka-sangka oleh orangtua korban maupun sang nenek.

Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
shutterstock
ilustrasi bayi 

Kronologi kasus

Kasus pembunuhan ini berawal dari penemuan mayat bayi pada Senin (17/5/2021).

Korban ditemukan terbungkus kantong plastik di saluran irigasi Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.

Waka Polres Kebumen, Kompol Edi Wibowo, membeberkan detik-detik pelaku membunuh korban.

Pelaku melakukan aksi sadisnya setelah melahirkan korban.

Pelaku melakukan aksi sadisnya setelah melahirkan korban

Korban dibunuh dengan cara disumpal dengan kertas selama kurang lebih 15 menit.

Setelah itu, di masukkan ke dalam tas kresek lalu dibuang ke saluran irigasi utara rumahnya.

"Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki, bayi dibunuh sesaat setelah dilahirkan," kata Edi melalui rilis tertulis, Minggu (18/72021).

"Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki, bayi dibunuh sesaat setelah dilahirkan," kata Edi.

Hasil hubungan gelap

Kepada polisi, DN mengaku bayi yang dibuangnya merupakan hasil hubungan gelap dengan SM (30).

DN dan SM sama-sama bekerja di sebuah rumah sakit swasta.

Meski begitu, ternyata SM sudah menikah dan merupakan pria beristri.

Ibu muda pembuang bayi menangis menyesal, ngaku hasil hubungan gelap dengan pria beristri
Ibu muda pembuang bayi menangis menyesal, ngaku hasil hubungan gelap dengan pria beristri (Kolase Kompas.com/pixabay)

DN dan SM pun melakukan hubungan intim berkali-kali hingga kemudian berujung kehamilan.

Takut Ketahuan Calon Suami

Namun alasan lain yang membuat DN ingin membunuh bayinya adalah karena dalam waktu dekat pelaku akan menikah dengan pria lain.

Takut perbuatannya diketahui calon suaminya, DN lantas membunuh bayi tersebut.

Baca juga: Sosok Mardani Hamdan Pemukul Wanita Hamil, Kekayaannya Naik 2 Kali Lipat Sejak Jadi Satpol PP Gowa

Hal itu karena DN mengaku tidak ingin saat menikah sudah dalam keadaan hamil dengan pria lain.

Sempat upaya aborsi

Sebelum dilahirkan, bayi dalam kandungan DN berusaha digugurkan.

Edi menjelaskan, bayi tersebut telah direncanakan dibunuh sejak dalam kandungan.

Ilustrasi aborsi
Ilustrasi aborsi (Kolase Tribun-Video.com)

SM lah yang menyuruh DN untuk menggugurkan kandungannya dengan meminum obat peluntur janin.

Namun kenyataannya berkata lain, bayi itu tumbuh hingga akhirnya dilahirkan dalam keadaan hidup oleh ibunya.

"Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki, bayi dibunuh sesaat setelah dilahirkan," kata Edi.

Di hadapan polisi, ibu muda itu pun menunduk sambil berkali-kali mengaku menyesal.

"Saya menyesal, Pak. Sangat menyesal," ucap DN sambil terisak menangis

Ancaman hukuman

Niat menikah sudah terlaksana, tapi DN tetap harus mempertanggungjawabkannya perbuatannya.

Saat ini DN sudah mendekam di sel tahanan sementara Mapolres Kebumen.

Atas perbuatannya, tersangka DN dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Subsider Pasal 342 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 tahun denda paling banyak Rp 3 miliar.

Sedangkan untuk tersangka SM polisi menjerat dengan Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

(TribunnewsBogor.com/Serambinews.com/Kompas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved