Nasib Pasutri Korban Pemukulan Satpol PP Gowa, Setelah Dituding Hamil Palsu Kini Warkopnya Ditutup

Pemerintah Kabupaten Gowa menuding warkop milik Nur Halim atau Ivan dan Amriana atau Riyana, telah menyerobot lahan negara.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ist/Tribun Timur
Riyana dan Ivan kehilangan tempat usaha 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Belum selesai tudingan bohong ngaku hamil, pasangan suami istri korban pemukulan Satpol PP Gowa, kini terancam kehilangan warkop tempat usahanya.

Pemerintah Kabupaten Gowa menuding warkop milik Nur Halim atau Ivan dan Amriana atau Riyana, telah menyerobot lahan negara.

Riyana bahkan heran, warkop yang telah ia buka sejak puluhan tahun lalu baru dipermasalahkan sekarang.

Sekadar mengingatkan Ivan dan Riyana dipukul oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan pada Rabu (14/7/2021).

Pasangan suami istri ini dipukul saat Satpol PP Gowa melakukan razia PPKM di warkop, Panciro, Gowa.

Mardani Hamdan lalu ditetapkan sebagai tersangka.

Kini Mardani Hamdan telah ditahan.

Setelah beberapa lama, sebuah ormas melaporkan Riyana dan Ivan ke Polisi.

Mereka dilaporkan atas tuduhan menyebar berita bohong soal kehamilan Riyana.

Kini masalah kembali datang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPM-PTSP ) Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas mengatakan warkop milik Riyana dan Ivan tidak memiliki izin.

"Kami telah cek di NIB (nomor izin berusaha) dan OSS (online single submision) dan data warung kopi tersebut belum ada," kata Indra seperti dikutip dari Kompas.com.

Warkop tersebut memang menyatu dengan rumah Riyana dan Ivan.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni mengatakan sebelum warung itu berdiri, lokasi tersebut menjadi tempat tugu pahlawan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved