Breaking News:

Nasib Pasutri Korban Pemukulan Satpol PP Gowa, Setelah Dituding Hamil Palsu Kini Warkopnya Ditutup

Pemerintah Kabupaten Gowa menuding warkop milik Nur Halim atau Ivan dan Amriana atau Riyana, telah menyerobot lahan negara.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ist/Tribun Timur
Riyana dan Ivan kehilangan tempat usaha 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPM-PTSP ) Kabupaten Gowa, Indra Setiawan Abbas mengatakan warkop milik Riyana dan Ivan tidak memiliki izin.

"Kami telah cek di NIB (nomor izin berusaha) dan OSS (online single submision) dan data warung kopi tersebut belum ada," kata Indra seperti dikutip dari Kompas.com.

Warkop tersebut memang menyatu dengan rumah Riyana dan Ivan.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kabupaten Gowa Arifuddin Saeni mengatakan sebelum warung itu berdiri, lokasi tersebut menjadi tempat tugu pahlawan.

Menurut Arifuddin Saeni di lahan itu juga terdapat empat makam pahlawan.

"Di sana ada tugu pahlawan dan makam pahlawan yang sekarang berubah menjadi warung kopi tapi kami belum mengambil tindakan untuk mengembalikan fasilatas sosial tersebut sebagaimana mestinya" kata Arifuddin Saeni.

Capture video viral Oknum Satpol PP Gowa pukul ibu hamil yang merupakan pemilik warkop Warkop Ivan Riyana, Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2021.
Capture video viral Oknum Satpol PP Gowa pukul ibu hamil yang merupakan pemilik warkop Warkop Ivan Riyana, Gowa, Sulawesi Selatan, 14 Juli 2021. (Facebook Ivan Van Houten)

Riyana mengakui belum pernah mengurus izin.

Ia menganggap usahanya sudah bisa berjalan sesuai aturan dengan modal izin dari kantor desa.

"Kalau izin dari Dinas Penanaman Modal (Gowa) memang kami belum ajukan karena kami anggap izin dari kantor desa sudah cukup," jelas Riyana.

Meski belum mengurus izin formal, Riyana membatah telah menyerobot lahan tugu pahlawan dan makam pahlawan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved