Breaking News:

Jeritan Warga Puncak Bogor di Tengah PPKM, Pendapatan Menurun : Ribuan Pelaku Pariwisata Terpuruk

Imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemasukan pelaku pariwisata Puncak Bogor anjlok.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi tempat wisata Puncak Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemasukan pelaku pariwisata Puncak Bogor anjlok.

Pembatasan yang dilakukan pemerintah membuat pendapatan kebanyakan warga Puncak Bogor yang bergantung pada pariwisata sulit mendapat pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pendapatan pramuwisata binaan Pokdarwis Puncak, fotografer, home stay, vila dan lain-lain menurun drastis karena wisatawan yang datang hanya sebagian Kecil," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Cisarua, Bowie kepada TribunnewsBogor.com.

Bowie mengatakan bahwa apabila PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak bakal menghilang.

Sebab, para warga Puncak yang menggantungkan hidupnya pada tempat wisata tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti untuk anak dan istri mereka.

"Warga masyarakat Puncak minimal Rp 200 ribu per hari untuk kebutuhan. Pelaku pariwisata Puncak ada ribuan orang dan sekarang semuanya terpuruk. Kalau PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak akan mati perlahan," kata Bowie.

Bowie mengatakan bahwa sebagai Ketua Pokdarwis Puncak, dia meminta kepada pemerintah untuk melonggarkan PPKM atau jika memungkinkan segera dihilangkan.

Sebab, kata dia, penyekatan aktifitas masyarakat menyulitkan usaha warga kebanyakan masyarakat Puncak.

Pelaku pariwisata Puncak, kata dia, juga bakal tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah wisata Puncak, Kabupaten Bogor.

"Kami berharap kepada pemerintah untuk gunakan saja aturan buat masyarakat agar patuh dengan protokol kesahatan, jangan ada aturan PPKM. Penyekatan aktifitas masyarakat mau kemana mana jadi susah," ungkapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved