Breaking News:

PPKM Diperpanjang, Pelaku Wisata Puncak Bogor Serentak Pasang Bendera Putih : Kami Menyerah

Hal ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan mereka setelah dua tahun terakhir terkena dampak pembatasan saat pandemi.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Pokdarwis Puncak Cisarua
Para pelaku usaha pariwisata Puncak Bogor ramai-ramai pasang bendera berwarna putih.   

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Para pelaku usaha pariwisata Puncak Bogor ramai-ramai pasang bendera berwarna putih.

Hal ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan mereka setelah dua tahun terakhir terkena dampak pembatasan saat pandemi.

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pun sampai saat ini masih terus diperpanjang dan sama sekali tidak longgarkan.

"Kami serentak memasang bendera berwarna putih yang menandakan menyerah karena wisatawan sudah dua tahun jeblok," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cisarua Puncak, Bowie kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (4/8/2021).

Dia menjelaskan bahwa pemasangan bendera ini serentak dilakukan oleh kelompok-kelompok pelaku wisata binaan Pokdarwis Puncak Cisarua.

Seperti komunitas pramu wisata, paguyuban pengelola home stay, himpunan pedagang dan yang lainnya.

"Pendapatan pelaku pariwisata tidak ada pendapatannya alias terpuruk semuanya gara-gara Covid-19 dan peraturan pemerintah melalui PPKM," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemasukan pelaku pariwisata Puncak Bogor anjlok.

Pembatasan yang dilakukan pemerintah membuat pendapatan kebanyakan warga Puncak Bogor yang bergantung pada pariwisata sulit mendapat pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pendapatan pramuwisata binaan Pokdarwis Puncak, fotografer, home stay, vila dan lain-lain menurun drastis karena wisatawan yang datang hanya sebagian Kecil," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Cisarua, Bowie kepada TribunnewsBogor.com.

Bowie mengatakan bahwa apabila PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak bakal menghilang.

Sebab, para warga Puncak yang menggantungkan hidupnya pada tempat wisata tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti untuk anak dan istri mereka.

"Warga masyarakat Puncak minimal Rp 200 ribu per hari untuk kebutuhan. Pelaku pariwisata Puncak ada ribuan orang dan sekarang semuanya terpuruk. Kalau PPKM terus berlanjut, pelaku pariwisata Puncak akan mati perlahan," kata Bowie.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved