Antisipasi Kemunculan Gelombang PHK Imbas Pandemi, Ini Langkah Pemkab Bogor

Zaenal mengatakan gelombang lonjakan Covid-19 kedua pada Juli 2021 lalu menjadi kekhawatiran karena membuat para pengusaha kesulitan setelah pembatasa

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi pemulung di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ajak para pengusaha duduk bersama mendengar masukan mereka demi menghindari Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) imbas pembatasan masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor Zaenal Ashari mengatakan bahwa langkah persuasif ini dilakukan demi memperkecil angka pengangguran.

"Kita berupaya menjalin komunikasi dengan para pengusaha bahwa di situasi seperti ini untuk hindari adanya PHK," kata Zaenal Ashari kepada wartawan di Cibinong, Selasa (10/8/2021).

Zaenal mengatakan gelombang lonjakan Covid-19 kedua pada Juli 2021 lalu menjadi kekhawatiran karena membuat para pengusaha kesulitan setelah pembatasan diperketat melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Melihat pengalaman pandemi tahun lalu sampai akhir Mei 2020, tercatat 9.023 pekerja dari berbagai perusahaan di Kabupaten Bogor terpaksa dirumahkan dan 577 pekerja lainnya kena PHK.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, angka pengangguran di tahun 2020 naik jadi 14,29 persen dari tahun 2019 yang hanya 9,06 persen.

"Tapi di lapangan alhamdulillah PHK tidak terlalu besar meski dalam situasi pandemi ini, mereka masih bertahan dengan kategori esensial yang 50 persen dengan dibuatkan shift kerja dan menjaga protokol kesehatan," kata Zaenal.

Zaenal berharap langkah persuasif yang dilakukan pihaknya dapat meminimalisir angka PHK dan menekan angka pengangguran.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved