Breaking News:

Bocah SD Curi Uang Panti Asuhan Rp 102 juta untuk Game Online, Ketahuan Saat Tes Masuk Silat

MY (13) dan DN (17) mencuri uang milik panti asuhan di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Wittyfeed
Ilustrasi tersangka 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Siswa kelas enam SD dan rekannya yang pelajar SMK ditangkap Satreskrim Polres Madiun pada Sabtu (7/8/2021).

MY (13) dan DN (17) mencuri uang milik panti asuhan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

MY dan DN mencuri secara berkala selama tiga tahun.

Tak ayal, total uang yang dicuri keduanya mencapai Rp 102 juta.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan MY merupakan anak asuh di panti asuhan tersebut.

"Sementara DN, warga yang tinggal dekat panti asuhan," kata AKP Ryan Wira Raja Pratama seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Kasus ini terungkap berawal ketika satu dari dua pelaku mendaftar menjadi anggota perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun.

Untuk masuk ke perguruan silat tersebut ada satu syarat yang harus dijalani calon anggotanya.

Calon anggota diminta untuk mengakui kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidup.

Menurut Raja, pelaku lantas mengakui telah mencuri uang di panti asuhan tersebut.

Nahasnya, pengakuan ini justru sampai ke telinga pengasuh di panti asuhan.

Pihak panti asuhan lantas melaporkan pelaku ke Polres Madiun.

Menurut AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan sebenarnya pihak panti asuhan sudah mencurigai pelaku sejak lama.

Namun selama ini, pihak panti asuhan belum memiliki bukti kuat.

"Pengasuh panti sebenarnya sudah mencurigai pelaku ini.

Ilustrasi Pencurian Mobil
Ilustrasi Pencurian Mobil (Tribunnews/Ilustrasi)

Apalagi selama tiga tahun terakhir uang di panti asuhan sering hilang," kata AKP Ryan Wira Raja Pratama.

Saat melakukan aksinya, kata AKP Ryan Wira Raja Pratama, dua pelaku ini berbagi peran.

MY yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, bertugas mencuri uang di panti asuhan.

Sementara DN, siswa kelas XII SMK, dititipi uang hasil curian.

Keduanya mengaku mencuri uang panti asuhan sejak tahun 2019.

Dalam kurun waktu tiga tahun, total uang yang mereka curi mencapai Rp 102 juta.

Kepada Polisi, dua pelaku mengaku menggunakan uang hasil curian untuk beli kuota game online.

Tak hanya itu, pelaku juga membeli handphone hingga sepeda motor menggunakan uang hasil curian dari panti asuhan.

"Uang hasil curian dua bocah itu digunakan untuk membeli handphone, kuota game online, hingga sepeda motor," kata AKP Ryan Wira Raja Pratama.

Imbas dari tindakan tersebut, dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

MY dan DN dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Meski begitu, dua pelaku tak ditahan.

Mereka dikenakan wajib lapor dua kali seminggu.

"Kami tidak tahan karena keduanya masih anak-anak dan masih sekolah. Saat ini kedua tersangka kami titipkan kepada orangtuanya," terang AKP Ryan Wira Raja Pratama.

Kasus Lain

Pencurian dengan modus ngaku sebagai petugas Dinas Sosial terjadi di Kebumen, Jawa Tengah.

Pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura mendata penerima bansos.

Korban, Elies, warga Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, kehilangan uang Rp 1,5 juta setelah ada tiga orang yang mengaku petugas Dinsos mendatangi rumahnya.

Kejadian itu bermula saat Elies menerima tamu tiga pria yang mengaku sebagai pegawai Pemkab Kebumen.

Elies pun tak menaruh rasa curiga.

Apalagi, mereka menumpang mobil dan berpakaian rapi saat datang.

Dua di antara pelaku memakai batik dan dilengkapi ID card sebagai pegawai Dinas Sosial.

Seorang lain berpakaian biasa, mengaku sebagai sopir.

Elies yang tinggal sendirian di rumah sempat senang lantaran mereka datang untuk mendatanya sebagai penerima bantuan.

"Saya ditanya, sudah pernah terima bantuan Covid belum. Saya jawab, belum pernah," katanya saat dihubungi, Sabtu (7/8/2021).

Mereka meyakinkan, lansia yang belum pernah menerima bantuan akan didata untuk menerima bantuan sosial dari program Presiden Jokowi.

Elies disebut menjadi sasaran bantuan itu.

Bantuan yang akan diberikan berupa uang tunai Rp 950 ribu, sembako, dan cincin emas.

Mereka kemudian mengajak Elies ke ruang belakang atau dapur.

Alasannya, mereka ingin melihat kondisi dapur karena berhubungan dengan bantuan sembako.

Elies percaya saja.

Di ruang belakang, seorang pria berpakaian batik mewawancarai Elies.

Satu temannya seolah sedang merekam proses wawancara itu menggunakan kamera video.

Sementara, seorang lain yang mengaku sopir, menunggu di ruang depan.

"Yang ngaku sopir itu terus ke belakang numpang ke kamar mandi. Tapi cuma sebentar, terus keluar kasih kode ke temannya," katanya.

Mendapat kode dari orang yang mengaku sopir itu, keduanya pun mengakhiri wawancaranya dengan orang tua itu.

Mereka mengajak Elies ke ruang depan kembali untuk sesi foto bersama.

Foto itu diakui mereka untuk laporan kantor. Mereka pun lantas pamit pulang dan berjanji kembali, Rabu pekan depan.

Mereka akan kembali dengan membawa bantuan yang dijanjikan, yakni uang tunai dan sembako.

Ketiganya masuk ke mobil dan memacunya hingga lepas dari pandangan. Sampai perpisahan itu, Elies belum curiga.

Sekitar setengah jam kemudian, Elies pergi ke warung untuk berbelanja.

Namun, ia kaget, saat membuka dompet, isinya telah raib.

Ia kemudian pulang dan lari ke kamar untuk mengecek dompet yang lain.

Benar saja, uang di dompet yang lain ikut hilang.

Ia kehilangan uang sekitar Rp 1,5 juta di dua dompetnya itu.

"Pas buka dompet, uangnya enggak ada sama sekali," katanya.

Elies pun tersadar telah menjadi korban penipuan.

Tamu yang mengaku pegawai Dinsos dan menjanjikan bantuan diduga sebagai pelaku kejahatan.

Dia menduga, pencurian terjadi saat dia diajak ke ruang belakang untuk diwawancarai.

Ternyata, itu hanya modus agar satu di antara mereka bisa menggasak barang berharga di rumah.

Meski kehilangan sejumlah uang, Elies tetap bersyukur karena nyawanya selamat.

Mereka hanya mengambil barang berharganya, tanpa sedikitpun melukai tubuhnya.

"Saya bersyukur, saya selamat. Mereka mengambil dengan cara halus," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved