Breaking News:

Jaring Wanita Muda di Hotel, Satpol PP Kota Bogor Temukan Chat Transaksi Prostitusi Online

Saat diamankan, pasangan muda-mudi ini tidak mampu menunjukan dokumen bukti pernikahan yang sah.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
seorang wanita diperiksa Satpol PP Kota Bogor saat terjaring di kamar hotel kawasan Jalan RE Martadinata, Kota Bogor pada Rabu (11/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Belasan wanita muda terjaring operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sebuah hotel wilayah Jalan RE Marthadinata, Kota Bogor, Rabu (11/8/2021) malam.

Saat diamankan, pasangan muda-mudi ini tidak mampu menunjukan dokumen bukti pernikahan yang sah.

Petugas dari Satpol PP Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, Kodim 0606/Kota Bogor dan Denpom III/1 Bogor juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi, serta bukti percakapan transaksi prostitusi online melalui aplikasi pesan instan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah mengatakan, penindakan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang melihat banyak remaja keluar masuk dan menduga ada praktek prostitusi.

Saat ini pihaknya masih mendalami mengenai keterlibatan pihak hotel dengan dugaan kasus prostitusi tersebut.

Sebanyak 24 pasangan muda-mudi terjaring razia yang dilakukan tim pemburu pelanggar PPKM Kota Bogor, Rabu (11/8/2021) malam.
Sebanyak 24 pasangan muda-mudi terjaring razia yang dilakukan tim pemburu pelanggar PPKM Kota Bogor, Rabu (11/8/2021) malam. (Istimewa/Pemkot Bogor)

"Masih didalami soal hotelnya ya," kata Agustian, Kamis (12/8/2021).

Dari hasil penindakan, kata Agus, ada 24 pasangan bukan suami istri di dalam kamar.

Agus menyatakan, beberapa diantaranya terbukti melakukan praktek prostitusi online.

“Cara bertransaksi mereka dengan menggunakan aplikasi pesan, kami selidiki ada di masing-masing handphone mereka. Mereka janjian di penginapan ini,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, 24 pasangan tersebut akan dikenakan sanksi berupa tindak pidana ringan (Tipiring).

“Sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2021 tentang ketertiban umum, masuk di pelanggaran asusila. Kita perdalam lagi sejauh mana mereka melakukan pelanggarannya, nanti kita akan sidang Tipiring. Untuk hotelnya kita kaji, kalau memang terbukti melakukan pelanggaran, kami berikan sanksi berupa teguran, peringatan, hingga penutupan sementara,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved