Breaking News:

Menko Luhut Minta Ade Yasin Gencarkan Vaksinasi di Kabupaten Bogor : Akhir September Harus 75 Persen

Lebih lanjut, Luhut mengatakan mulai pekan depan vaksinasi massal akan terus digencarkan dengan total peserta yang harus meningkat.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan minta wilayah Kabupaten Bogor per September sudah menyelesaikan vaksinasi sebesar 75 persen.

Hal itu dikatakan Luhut saat meninjau vaksinasi massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/8/2021).

Menurut Luhut, target vaksinasi di Kabupaten Bogor saat ini masih terbilang sedikit.

Untuk itu, Luhut meminta Bupati Bogor Ade Yasin untuk semakin menggalakkan vaksinasi.

"Saya kira kerja keras mereka sudah bagus hanya saja saya sampaikan pada bu Ade bersama Menteri Kesehatan yang kebetulan orang Bogor juga, karena jumlah vaksin itu 4,2 juta dan saat ini baru tervaksin 900 ribu, kita mau sampai akhir september harus 75 persen sudah divaksin," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan mulai pekan depan vaksinasi massal akan terus digencarkan dengan total peserta yang harus meningkat.

"Untuk itu jumlah vaksin mulai pekan depan, orang yang divaksin harus 100 ribu per hari, nah itu kerja keras buat bu Ade, dari Menkes tidak ada masalah," jelasnya 

Sementara itu, Luhut juga meminta Bupati Bogor, Ade Yasin untuk membuka area Isolasi Terpusat (Isoter) yang dianggap efektif.

"Kita minta bu Ade untuk ada isolasi tepusat, ini sangat penting, karena orang yang sudah positif itu langsung dimasukan ke isoter, kesembuhan di isoter itu 8-13 hari," jelasnya.

Selain itu, Luhut meminta agar masyarakat sudah terbiasa dan menjadikan masker sebagai bagian dari hidup.

"Masker ini sudah menjadi bagian hidup kita ke depan, kita harus hidup berdampingan dengan delta varian. Kita belum tau delta varian akan habis. Kita harus hidup dikeadaan seperti ini," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved