Breaking News:

IndoBIC dan Seameo Biotrop Berikan Pengetahuan Manfaat Adopsi Tanaman Biotek

teknologi modern yang diaplikasikan secara luas di dunia, produk PRG merupakan hasil terknologi yang paling rinci diatur dan dikaji serta diuji sebelu

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Ist
Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) didukung SEAMEO Biotrop dan International Services for the Acquisition of Agri-biotech Application (ISAAA) mengadakan webinar manfaat adopsi tanaman biotek bagi petani. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC), didukung SEAMEO Biotrop dan International Services for the Acquisition of Agri-biotech Application (ISAAA), mengadakan webinar manfaat adopsi tanaman biotek bagi petani.

Pada kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut, disampaikan perkembangan terkait bioteknologi antara lain menyoroti hasil studi persepsi publik yang telah dilakukan di tahun 2020 sekaligus persetujuan 2 regulasi baru dan produk kentang bioteknologi yang sebentar lagi akan dikomersialkan.

Diketahui, bioteknologi lebih spesifik lagi Produk Rekayasa Genetika (PRG) adalah salah satu bagian luar biasa dari kehidupan.

Plt Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan masyarakat pada Kemendikbudristek, Ir. Hendarman menyampaikan diantara teknologi modern yang diaplikasikan secara luas di dunia, produk PRG merupakan hasil terknologi yang paling rinci diatur dan dikaji serta diuji sebelum dimanfaatkan.

Bioteknologi menyediakan produk dan teknologi terobosan untuk memberi solusi kekurangan pangan, memulihkan kerusakan lingkungan dan mendorong perekonomian.

Bioteknologi pun merupakan alternatif solusi bagi beberapa masalah utama global seperti pemanasan global, meningkatnya krisis bahan bakar minyak bumi dan terutama kemiskinan.

Untuk itu kata Hendarman penguasaan teknologi pertanian perlu diberikan kepada siswa didik di SMK Pertanian karena teknologi pertanian di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain.

Hal ini mengingat beberapa kebutuhan pangan dalam negeri masih mengimpor dari luar negeri, padahal Indonesia memiliki potensi yang belum dikembangkan.

"Revitalisasi SMK Pertanian diharapkan dapat mengatasi kekurangan bahan
pangan di Indonesia dengan menciptakan tenaga terampil dan wirausaha bidang Pertanian," tuturnya dalam sambungan webbinar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved