Breaking News:

IPB University

Agar Rasanya Tetap Enak, Begini Cara Menyimpan Beras yang Benar Menurut Pakar IPB University

Prof Nuri Andarwulan, dosen IPB University menyebutkan bahwa beras akan mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.

TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
ilustrasi beras di pasar. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Beras merupakan sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah harus memastikan ketersediannya memadai sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari Sabang hingga Merauke.

Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya menjaga ketersediaan beras dengan mendirikan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Selain menjadi lembaga yang menjaga cadangan beras Indonesia untuk kebutuhan masa krisis seperti saat terjadi bencana, Bulog juga bertugas dalam penyaluran beras untuk masyarakat kurang mampu melalui pembagian beras prasejahtera.

Prof Nuri Andarwulan, dosen IPB University menyebutkan bahwa beras akan mengalami penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.

Perubahan kualitas tersebut berupa perubahan fisik seperti warna, tekstur, serta aroma beras.

Tidak hanya kualitas fisik, beras juga mengalami perubahan kualitas kimia berupa kandungan air, lemak, dan protein dalam beras.

“Untuk mengatasi penurunan kualitas fisik beras maka suhu dan kelembaban atau kadar uap air di ruang penyimpanan harus dikendalikan. Beras tidak boleh diletakkan langsung di lantai. Harus di simpan di tempat yang kering dan atap tidak bocor,” ujar pakar Kimia Pangan dari IPB University ini.

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian IPB University ini memaparkan langkah-langkah menjaga kualitas beras selama masa penyimpanan.

Untuk menjaga kualitas kimiawi beras, Prof Nuri menyarankan supaya memastikan gabah telah kering sebelum digiling.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved