Ungkap Penyebab Pembunuh Ibu Anak Masih Bebas Berkeliaran, Ahli Forensik Sebut Pelaku Menguasai TKP
Seperti diketahui, jarak waktu pelaku membunuh korban pertama dengan korban kedua berlangsung selama lima jam.
Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
Lebih lanjut, Reza Indragiri pun menganalisa gelagat pelaku.
Menurut Reza Indragiri, pelaku diduga sudah tahu betul kebiasaan korban.
"Itung-itungannya juga menjadi masuk akal karena orang dekat lah yang diasumsikan tahu dengan pola kebiasaan korban. Di mana korban pada posisi tertentu. Kelemahan seperti apa," imbuh Reza Indragiri.
Meski begitu menurut Reza Indragiri, sulit untuk mendefinisikan orang dekat seperti apa.

Karenanya, butuh pemeriksaan saksi lebih lanjut terkait dengan dugaan tersebut.
"Sulit mendefinisikan orang dekat. Apalagi orang yang tinggal satu rumah, atau pada radius tertentu, atau yang secara fisik tidak dekat tapi intens via media sosial ?" ujar Reza Indragiri.
Lebih lanjut, Reza Indragiri juga menganalisa motif pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia.
Dalam kasus pembunuhan, ada dua motif yang diemban pelaku.
Baca juga: Bersiap Timang Cucu dari Aurel, Ashanty Protes Anang Dipanggil Kakek : Panggil Bunda Oma !
Yakni motif emosional dan instrumental.
Motif emosional adalah motif yang digunakan pelaku sehingga melakukan kekerasan kepada korbannya kala melancarkan aksi pembunuhan.
Sementara motif instrumental adalah berdasarkan pada keuntungan untuk pelaku, seperti kasus pencurian.
Dalam kasus ini, polisi seolah berspekulasi bahwa hanya motif emosional saja yang ada pada pelaku.
Hal tersebut berdasarkan tidak adanya barang berharga korban yang hilang.

Padahal bisa saja ada motif instrumental di kasus pembunuhan ini.
Sebab barang berharga korban tidak selalu berada di dalam rumah, bisa saja berada di tempat lain.