Breaking News:

Jemput Bola Peluang Kerja untuk Pencaker, Disnaker dan HIPMI Kota Bogor Buat Program Pahami

Namun seringkali peluang tersebut terkendala karena kemampuan atau skill yang dimiliki para pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perushaan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Penandatanganan nota kerjasama Dinas Tenaga Kerja UPT balai latihan kerja Kota Bogor dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) kota bogor dalam program pekerja handal akselerasi ekonomi (Pahami). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Peluang pekerjaan untuk para pecari kerja (pencaker) cukup banyak.

Namun seringkali peluang tersebut terkendala karena kemampuan atau skill yang dimiliki para pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perushaan.

Untuk jemput bola meraih peluang itu, Dinas Tenaga Kerja dan HIPMI bekerjasama membuat program pekerja handal akselerasi ekonomi (Pahami)

Kerjasama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kerjasama Dinas Tenaga Kerja UPT balai latihan kerja Kota Bogor dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bogor dalam program pekerja handal akselerasi ekonomi (Pahami).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor Elia Buntang mengatakan bahwa dengan kegiatan ini pihaknua berupaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Teknis dalam program ini kata Elia nantinya Disnaker memiliki fungsi untuk mendata apa yang dibutujkan perusahaan kemudian disingkronkan dengan pelatihan yang dikerjasamakan dengan HIPMI.

"Yang nantinya akan bekerjasama memberdayakan SMK-SMK di Kota Bogor, sebagai sarana pelatihan, dengan kehadiran ini, mengapresisasi dan mungkin, baru HIPMI dan Disnaker Kota Bogor yang baru melakukan hal semacam ini," katanya, Jumat (27/8/2021).

Dengan kerjasama ini kata Elia kedepannya permasalahan ketenagakerja bisa difasilitasi denganmemfasilitasi calon pekerja yang ada di Kota Bogor.

"Jadi bukan lagi bicara berapa upahnya, tapi bagaimana yang dituntut itu kompetensinya, nantinya dalam pelatihan akan ada soft skill kaitan etos kerja, disiplin kerja, itu yang perlu kita tingkatan jadi yang perlu ditingkatkan adalah babagaimana nyambung tidak dengan kebutuhan industri," katanya.

Dilokasi yang sama Ketua HIPMI Kota Bogor Zulfikar Priyatna Mengatakan bahwa untuk tahap awal nantinya akan ditindak lanjuti dengan pelatihan dasar, etos kerja budaya kerjasama.

"Jadi awal itun sifatnya soft skill dan hard skill yang juga spesifik, peserta lulusan BLK, umum, PHK dan baru lulus, sampai nanti teknik menghadapi HRD, teknik bikin CV, cara kerjasama tim, perencanaan kerja dan hal kompetensi yang menunjang seseorang," katanya.

Nantinya pemateri ataupun instrukturbyang dihadirkan adalah instrukturbberpengalamannyang sudah tersertifikasi dan juga memang aktif di dunia pekerja.

"Outputnya, proses orang mencari kerja sampai dapat kerja lebih mudah. bagaimana caranya, pertama kita akan lihat para peserta  skillnya cocoknya gak dengan kebutuhan usaha, yang punya data kebutuhan perusahaan kan kita, kan ada forum HRD, forum SDM," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved