Breaking News:

Telusuri Saluran Air Dekat Depo Stasiun Bogor, Petugas Pemeliharaan Kaget Temukan Bangunan Ini

Saluran itu terletak beberapa meter di bawah tanah dekat dengan saluran air yang dibangun sekitar tahun 90-an.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
pemeriksaan saluan air di sekitar pembangunan Alun-Alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tim pemeliharaan dari Dinas PUPR menembukan sebuah bangunan yang diduga dibangun pada jaman kolonial Belanda.

Temuan tersebut dibagikan dalam sebuah video yang dibagikan di akun instagram milik Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Dalam video itu terlihat senter yang menyorot ke arah bangunan itu.

Dari video itu terlihat ada dua bangunan yang berbeda.

Pertama adalah bangunan saluran air menggunakan beton dan saluran air menggunakan tumpukan bata merah.

"Mohon ijin pak Wali Kota, dari tim pemeliharaan sedang normalisasi saluran di Jalan Nyi Raja Permas. Ini saluran yang baru, dari arah Jalan Dewi Sartika, kami menemukan saluran bangunan lama saluran ini arah dewi sartika saluran diduga bangunan zaman Belanda. Ini lurusnya ke sini, ini yang arah masuk pagar DJKA, bangunan masih bata merah diduga Belanda," ucap petugas Dinas PUPR Kota Bogor dalam unggahan video, Jumat (27/8/2021).

Sementara itu, Bima Arya dalam postingannya mengatakan saluran air tersebut ditemukan petugas saat pemeriksaan saluan air di sekitar pembangunan Alun-Alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

"Tim Dinas @dinaspuprkotabogor yang sedang lakukan pemeriksaan saluran air di seputar lokasi pembangunan Alun-Alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor dekat Stasiun Bogor, laporkan penemuan bangunan tua di bawah tanah," tulis Bima.

Saluran itu terletak beberapa meter di bawah tanah dekat dengan saluran air yang dibangun sekitar tahun 90-an.

Pemerintah Kota Bogor akan melakukan kajian lebih mendalam terkait temuan tersebut.

"Bangunan ini mirip saluran air atau terowongan kecil. Terletak sekitar 2-3 meter di bawah permukaan tanah dan dibawah saluran air yang dibangun Pemkot tahun 90an. Dari tampilan sekilas sepertinya dibangun di masa Belanda. Pemkot akan lakukan kajian lebih dalam untuk pastikan usia, fungsi dan luasan dari bangunan ini,"

Sementara itu Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub Supandi mengatakan dugaan tersebut bisa jadi benar.

Karena kata Supandi kejadian serupa pernah terjadi di Bekasi.

"Bisa jadi, biasanya jaman belanda stasiun dilengkapi sg saluran air, kayak di Stasiun Bekasi saat dibongkar ditemukan semacam saluran air gini mengarah ke sungai tapi udah gak berfungsi," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved