Breaking News:

Apakah Masih Bisa Terkena Badai Sitokin Meski Sudah Vaksin? Ini Penjelasan Dokter

Sebagian ada yang menyangka jika sitokin adalah penyakit. Namun, Sitokin sendirinya nyatanya berguna bagi tubuh.

Editor: Vivi Febrianti
istimewa/Pemkot Bogor
Sembilan hari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Bogor, tercatat sudah ada 2.263 orang atau 23,74% yang sudah di suntik vaksin Sinovac dari 9.533 sasaran. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Badai sitokin kembali ramai diperbincangkan ketika beberapa waktu yang lalu Deddy Corbuzier mengaku mengalami badai sitokin setelah dinyatakan positif Covid-19.

Sebagian ada yang menyangka jika sitokin adalah penyakit. Namun, Sitokin sendirinya nyatanya berguna bagi tubuh. 

Sitokin merupakan protein yang memberikan sinyal pada sistim imun ketika ada virus atau bakteri yang masuk. Sehingga sel imunitas akan aktif melawan virus atau kuman yang masuk. 

Namun, sitokin akan membahayakan jika diproduksi dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini lah yang dapat menyebabkan badai sitokin

Sehingga dapat menimbulkan peradangan semakin luas sehingga membuat penyakit memberat.

Baca juga: Waspadai Bahaya Badai Sitokin bagi Penderita Covid-19, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Lantas bagaimana orang yang telah melakukan vaksin? Apakah dapat terhindar badai sitokin?

Menurut Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr dr Erlina Burhan M Sc Sp P(K), seharusnya orang yang sudah vaksin tidak akan mengalami badai sitokin.

"Secara teori tidak terjadi. Karena sudah divaksin, yang membentuk antibodi pada vaksin. Virus yang dimatikan, ketika masuk ke dalam tubuh, maka sistim imun dapat mengenalinya," ungkapnya pada siaran Radio Elshinta, dikutip Sabtu (28/8/2021).

Baca juga: Waspada Badai Sitokin Penyebab Kematian Pasien Covid-19, Simak Cara Mengatasinya

Sehingga ketika virus yang aktif masuk, sel sudah terlatih karena telah dikenalkan lewat vaksin. Tubuh akan membentuk antibodi. 

Dan antibodi kata dr Erlina akan menempel pada virus sehingga menjadi tidak berkembang biak dalam tubuh. Kalau pun sakit, biasanya tidak menjadi berat. 

"Kalau gejala yang dialami ringan maka tidak akan menjadi badai sitokin," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved