Pembunuhnya Masih Bebas, Mendiang Amalia Datangi Sepupu Lewat Mimpi, Minta Dibacakan Yasin 40 Kali
Jadi orang pertama yang menemukan jasad Tuti dan Amalia, sosok Yosef hingga kini jadi yang paling disorot.
Penulis: khairunnisa | Editor: Soewidia Henaldi
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - 13 hari berlalu, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih misteri.
Hingga kini, Senin (30/8/2021) polisi belum jua menetapkan tersangka di kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).
Sosok pelaku pembunuhan pun hingga kini masih misterius.
Seperti diketahui, jenazah Tuti dan Amalia ditemukan bersimbah darah di bagasi mobil Alphard di kediamannya di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/8/2021).
Jasad Tuti dan Amalia pertama kali ditemukan oleh suami sekaligus ayah korban, Yosef.
Terpukul saat mendengar kabar Tuti dan Amalia meninggal dunia, keluarga besar pun histeris.
Namun kini usai 13 hari berlalu, keluarga mendiang Tuti terlihat sudah bisa mengikhlaskan kepergian dua sosok tercintanya.
Meski begitu, keluarga hingga kini masih menunggu polisi mengungkap siapa dalang di balik kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.
Bak rindu, Yeti Mulyati (60) kakak kandung Tuti mengungkap bahwa mendiang Amalia sempat mendatangi keluarga lewat mimpi.
Baca juga: Kasus Kematian Tuti dan Amel Masih Misteri, Kakak Korban Bongkar Kesaksian Penting Dihadapan Polisi
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Yeti mengatakan, mimpi tersebut di alami oleh salah satu kakak sepupu dari korban.
"Kalau saya pribadi belum pernah terbawa mimpi, tapi kemarin saudara saya menelfon ke saya katanya Amalia ada di dalam mimpinya," ucap Yeti di kediamannya, Minggu (29/8/2021).
Di mimpi sang kakak sepupu tersebut, Amalia meminta untuk keluarganya terus membacakan doa Yasin selama 40 kali.
Hal tersebut seolah jadi pesan Amalia untuk keluarganya agar senantiasa mendoakan arwahnya dan sang ibu, Tuti.
Mendengar mimpi tersebut, Yeti pun bergegas mengabulkannya.
Yeti langsung pergi ke rumah saudaranya lalu menggelar pengajian.
"Mimpinya ada kedatangan Amalia, katanya minta dibacakan surat yasin selama 40 balikan, terus saya langsung ke rumah sodara saya dan langsung menggelar yasinan," tutur Yeti.
Kondisi Yosef
Jadi orang pertama yang menemukan jasad Tuti dan Amalia, sosok Yosef hingga kini jadi yang paling disorot.
Berbagai spekulasi miring pun mengarah pada sosok Yosef.
Padahal hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka yang bertanggung jawab atas meninggalnya keduanya.
Baca juga: Taksir Gaun Resepsi Lesty Capai Ratusan Juta, Caren Delano Melongo Bongkar Isi Souvenir : Gila Loh !
"Jelas Pak Yosef sangat down kondisinya saat ini soalnya kan dia merasa terpojok dengan kondisi pascaistri dan anaknya meninggal dunia secara tidak wajar itu," kata kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan telepon, Minggu (29/8/2021).
Diakui Rohman Hidayat, banyak asumsi-asumsi liar dari khalayak yang mengaitkan kliennya sebagai terduga pelaku.
"Maka dari itu, tugas kita sebagai kuasa hukum yaitu mendampingi klien yang saat ini hanya menjadi saksi dari kasus ini," ujarnya.
Lebih lanjut menurut Rohman Hidayat, psikologis dari seseorang pada umumnya tentu akan terganggu apabila banyak pihak yang seperti memojokkan.
Hal itu lah yang kini sedang dialami Yosef.
"Apalagi kan memang banyak asumsi liar yang seolah-olah sudah menunjukkan bukti yang kuat bahwa Pak Yosef itu pelakunya," kata dia.
Sebelumnya, Yosef dinilai sangat kooperatif saat menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Dari informasi yang didapatkan, total 50 pertanyaan lebih yang dilayangkan pihak kepolisian kepada Yosef disaat menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersebut.
Baca juga: Tewasnya Ibu dan Anak di Subang Masih Misteri, Pengacara Sebut Tuti dan Istri Muda Kurang Harmonis
Alibi Yosef, Ayah dan Suami Korban
Diwartakan sebelumnya, pengacara Yosef, Rohman Hidayat meyakini kliennya tidak terlibat kasus perampasan nyawa anak dan istrinya.
"Saya pribadi meyakini bapak (Yosef) ini tidak terlibat atau melakukan hal-hal yang menyebabkan kematian anak dan istrinya," ucap Rohman Hidayat saat dihubungi Tribun via ponselnya, Rabu (25/8/2021).
Pernyataannya itu dikaitkan dengan kondisi psikologis keluarga yang sudah saling curiga.
"Ya, tidak menutup kemungkinan jadi saling curiga," katanya.
Apalagi, Yosef punya istri muda.
"Kemudian masalah yayasan, terus hubungan dari beliau dengan korban serta saksi-saksi yang lain seperti apa. Selain itu ditanya soal keberadaan Yosef saat hari kejadian. Pak Yosef menjelaskan sejak 17 Agustus malam hingga 18 Agustus subuh berada di istri mudanya. Nah, keterangan itu diperkuat oleh istri muda dan dua anaknya," ucap Rohman.
Kemudian, kata dia, Yosef pada pagi di hari kejadian, pergi ke rumah Tuti yang merupakan lokasi kejadian karena saat itu, kata Rohman, Yosef hendak mengambil stik golf.
"Saat itu Pak Yosef sudah janjian dengan caddy golf, ada pesan chat-nya sekitar 06.58 bahwa beliau akan golf dan akan bawa stik golf ke rumah Tuti," katanya.
Dengan melihat jawaban Yosef saat ditanya penyidik Satreskrim Polres Subang, dia meyakini bahwa Yosef tidak terlibat dalam kematian anak dan istrinya itu.
"Dengan melihat alibinya, saya meyakini bapa ini tidak melakukan kasus ini dan tidak terlibat," katanya. Hanya memang, keyakinan itu harus diuji dengan alat bukti lainnya. Seperti yang sedang dilakukan Polres Subang salah satunya dengan olah TKP, tes DNA dan mencari sidik jari.
"Ya, harus didukung dengan alat bukti lainnya. Harus ada uji ilmiah untuk mengungkap pelaku dibalik kematian anak dan ibu ini," ucap dia.
Kuasa hukum M, istri muda Yosef atau ibu tiri Amalia, Robert Marpaung juga meyakini M tidak terlibat karena pada saat kejadian, istri muda itu berada di rumah bersama Yosef.
"Ada saksinya Pak Yosef sendiri dan dua putra ibu M bahwa pada hari kejadian, malamnya, klien kami ada di rumah," ucap Robert Marpaung.
Baca juga: Bukan Pembunuh Tuti, Ternyata Sosok Ini yang Menghapus Semua Foto di IG Amalia, Terungkap Tujuannya
4 Kejanggalan Kasus Pembunuhan Tuti dan Amalia
Lebih dari sepekan berlalu, kasus pembunuhan yang menimpa ibu dan anak yakni Tuti dan Amalia masih misteri.
Meski begitu, polisi telah mendapatkan beberapa bukti yang berasal dari kejanggalan pelaku pembunuhan.
Berikut adalah beberapa kejanggalan yang diurai pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia dihimpun TribunnewsBogor.com :
1. Lucuti baju Amalia
Kejanggalan pertama adalah soal kondisi korban yakni Amalia saat ditemukan polisi.
Tampak bersimbah darah di dalam bagasi mobil, Amalia Mustika Ratu ternyata dalam kondisi tidak memakai baju.
Hal tersebut diungkap oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jabar.
Baca juga: Misteri Kematian Gadis Bertato Bunga Terungkap, PSK Bandung Tewas Setelah Pelaku Gagal Bercinta
"Ya, kondisinya pada saat di tempat kejadian perkara (TKP) itu memang tanpa busana, tapi dalam keadaan tertutup," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago dilansir dari Tribun Jabar Rabu (25/8/2021).
Berkenaan dengan pengungkapan tersebut, sosok pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia pun semakin misterius saja.
Sebab, meski jasad Amalia ditemukan dalam kondisi tanpa busana, polisi justru tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual di tubuh korban.
"Tapi sepertinya tidak ada (tanda kekerasan seksual), saya mendengar untuk kejahatan seksualnya tidak ada disitu," kata Kombes Erdi A Chaniago.
Menegaskan hal tersebut, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan dari hasil autopsi sementara, tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana lain seperti rudapaksa yang ditujukan kepada ibu maupun anaknya tersebut.
"Kemudian kita juga melakukan pengecekan apakan terjadi persetubuhan atau tidak selaput dara masih utuh, jadi tidak ada indikasi persetubuhan disana," ujar AKBP Sumarni di Subang, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Perang Dingin Korban Pembunuhan dengan Istri Muda, Madu Yosef Lama Dicuekin : Bisa Dicek dari HP
2. Bunuh Tuti terlebih dahulu
Kejanggalan kedua yang diurai pelaku adalah perihal aksinya membunuh dua korban.
Rupanya, ada rentang waktu cukup lama dari kematian korban pertama yakni Tuti dengan korban kedua yakni Amalia.
Dari hasil olah TKP dan autopsi sementara itu, Tuti dan Amalia Mustika Ratu meninggal dini hari.
Tuti meninggal dunia lima jam lebih dulu dibanding Amalia.
"Diduga korban ini meninggalnya pukul 04.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB pagi, kemudian yang ibunya diperkirakan 5 jam sebelumnya, jadi yang lebih dulu meninggal yaitu ibunya," kata Kapolres Subang AKBP Sumarni.
Berkenaan dengan hasil autopsi tersebut, pelaku pembunuhan ibu dan anak itu pun diduga kuat paham situasi rumah korban.
Sebab saat diperiksa, tidak ada pintu yang dirusak serta tak ada harta benda yang hilang.
Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pelaku adalah orang dekat korban.
"Diketahui dari hasil olah TKP serta keterangan dari saksi-saksi, diduga pelaku ini mengenal korban dan sudah mengetahui situasi dari dalam rumah korban," kata AKBP Sumarni.
Akan tetapi, Sumarni masih belum bisa memastikan untuk mengarah lebih lanjut untuk penetapan pelaku, karena, pada saat ini pihak kepolisian masih bekerja keras dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan-dugaan temuan di lapangan.
"Kami masih belum bisa sampaikan, masih dalam penyelidikan, tapi kami sudah fokus lah," ujarnya.
Sumarni juga menyebutkan, fakta temuan lainnya di lapangan bahwa pelaku dari dugaan pembunuhan ini lebih dari satu orang.
"Dari jejak tapak kaki yang berbeda dua, jadi diduga lebih dari satu orang," ucap Sumarni.
Baca juga: Tujuan Pelaku Lepas Baju Amalia Masih Misteri, HP Korban Diambil, Alphard dan Uang Rp 30 juta Utuh
3. Aksinya sempat dipergoki tetangga korban
Satu jam sebelum jasad Tuti dan Amalia ditemukan oleh Yosef, seorang warga bernama Ajat rupanya sempat lewat di depan rumah korban.
Ajat lantas mengaku sempat melihat terduga pembunuh Tuti dan Amalia.
Untuk diketahui, Ajat turut menjadi saksi kepolisian atas ditemukannya kedua jasad Tuti dan Amalia.
Ajat (46) merupakan warga dari Dusun Ciasem, Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.
Tepat pukul 06.00 WIB, Ajat sempat melihat mobil jenis alpard tersebut sedang parkir, pada Rabu (18/8/2021).
"Waktu itu saya mau beli bubur ke Jalan Cagak sekitar jam 6 pagi waktu saya melintas rumah tersebut memang mobil tersebut sedang parkir memutarkan mobil," kata Ajat saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/8/2021).
Lewat depan rumah Tuti, Ajat pun melihat sosok misterius tersebut sedang melakukan proses parkir.
Ajat menjelaskan bahwa proses parkir tersebut berawal dari memundurkan mobil sampai dengan memutar balikan posisi mobil.
Ajat pun melihat momen saat mobil tersebut kembali ke dalam halaman parkir dari rumah Tuti.
"Awalnya kan kepala mobilnya keatas itu terus saya melihat mundur terus dia ke halaman tanah kosong yang samping buat muterin mobil kayaknya," tutur Ajat.
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak, Malam Nahas Sebelum Tewas Amel Berikan Uang untuk Yosef
Melihat ada mobil Alphard diparkirkan di rumah Tuti, Ajat tak curiga.
Ajat langsung melanjukan perjalanannya tersebut.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 07.30 WIB Ajat terkejut.
Ajat kaget, disaat dirinya kembali pulang, situasi di rumah Tuti sudah ramai dengan warga sekitar.
Rupanya saat itu, warga digegerkan dengan penemuan Tuti dan Amalia yang sudah tidak bernyawa di dalam bagasi mobil jenis alpard.
"Waktu itu memang saya tidak ada curiga apa-apa saat melintas, waktu saya pulang ko di rumah itu sudah banyak warga rame-rame ternyata kata warga ada yang tewas di dalam bagasi mobil," ucap Ajat.
4. Tak ambil uang Rp 30 juta
Kejanggalan keempat yang juga menjadi temuan baru polisi adalah soal pelaku yang tak mengambil yang puluhan juta di TKP.
Kuasa hukum Yosef, suami dari Tuti sekaligus ayah dari Amalia, Rohman Hidayat menyebut bahwa ada uang Rp 30 juta di dalam rumah saat aksi pembunuhan itu terjadi.
Baca juga: Kasus Kematian Tuti dan Amel Masih Misteri, Kakak Korban Bongkar Kesaksian Penting Dihadapan Polisi
Namun nyatanya, uang puluhan juta itu tak disentuh atau diambil pelaku.
Alih-alih mengambil uang, sang pelaku malah mengambil ponsel Amalia.
"Iya, ada uang Rp 30 juta di rumah tapi tidak diambil. Saat ditemukan uangnya masih ada dan sempat dijadikan barang bukti oleh polisi," kata Rohman Hidayat saat dihubungi pada Jumat (27/8/2021).
Uang Rp 30 juta itu kata Rohman yang mendapat keterangan dari Yosef, merupakan uang gaji guru di SMK swasta di Kecamatan Serang Panjang Kabupaten Subang.
Seperti diketahui, Amalia merupakan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional yang mengepalai sebuah SMK swasta di Kecamatan Serang Panjang.
Baca juga: Ungkap Kondisi Terbaru, Wajah Nissa Sabyan Diperban Hanya Terlihat Mata dan Bibir, Ini Penyebabnya
"Itu uang gaji guru. Sempat dijadikan barang bukti oleh polisi namun pada 25 Agustus 2021 sudah dikembalikan ke pak Yosef, sudah ada tanda terimanya," ucap Rohman Hidayat.
Selain uang Rp 30 juta, polisi juga sudah mengembalikan sejumlah barang bukti yang sempat diambil di lokasi kejadian.
"Sudah semua dikembalikan termasuk ponsel pak Yosef juga sudah dikembalikan," kata Rohman Hidayat.
(TribunnewsBogor, Tribun Jabar, Kompas TV)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/lilis-kakak-tuti.jpg)