Macet di Puncak Jadi Sorotan Pemerintah Pusat, Bupati Bogor: Mereka Cuma Cari Udara Segar
Bupati Bogor Ade Yasin akui bahwa soal Kemacetan di Jalan Raya Puncak Bogor pada Minggu (29/8/2021) kemarin sampai ke pemerintah pusat.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin akui bahwa soal Kemacetan di Jalan Raya Puncak Bogor pada Minggu (29/8/2021) kemarin sampai ke pemerintah pusat.
Ade pun mengaku langsung dihubungi pihak pemerintah pusat untuk menanyakan perihal kemacetan tersebut.
"Kemarin itu macetnya Puncak sampai juga ke pusat. Jadi banyak juga (dari) pusat yang menanyakan ke saya, ke pak Kapolres, kenapa bisa macet ?," terang Ade Yasin kepada wartawan.
Ade mengaku bahwa dirinya langsung diminta untuk segera mencari solusi terkait kemacetan Puncak Bogor tersebut.
Akhirnya bersama dengan Kapolres Bogor sepakat melakukan uji coba sistem ganjil genap di Jalan Raya Puncak yang mulai berlaku akhir pekan ini.
"Ya kita juga sedang dalam rangka mencari solusinya ini (dengan uji coba ganjil genap). Supaya tidak terus-terusan begini," kata Ade.
Ade menilai bahwa ketika ada kelonggaran di PPKM Level 3, masyarakat beranggapan sudah boleh melakukan apapun sehingga ramai ke kawasan Puncak.
Padahal, kata dia, saat Puncak Bogor macet pada Minggu (29/8/2021) kemarin, tempat-tempat wisata di Puncak juga belum dibuka kecuali wisata konservasi Taman Safari Indonesia dan itu pun masih dengan pembatasan.
"Sebenarnya yang kemarin meraka datang ke Puncak itu hanya melihat pemandangan, nongkrong di pinggir kebun, pinggir jalan. Tidak masuk ke hotel, tidak masuk ke tempat wisata karena masih tutup. Jadi cuma cari udara saja sebetulnya," ungkap Ade.
Uji coba ganjil genap
Uji Coba penerapan ganjil genap di Jalan Raya Puncak Bogor bakal dilakukan akhir pekan ini.
Kapolres Bogor AKBP Harun menjelaskan bahwa uji coba ganjil genap ini mulai dilakukan pada Jumat, Sabtu dan Minggu atau tanggal 3 - 5 September mendatang.
"Minggu ini akan kita laksanakan mulai Jumat, Sabtu dan Minggu, melakukan uji cobanya," kata Harun kepada wartawan, Senin (30/8/2021).
Harun mengatakan bahwa uji coba ganjil genap ini akan diberlakukan pagi sampai malam setiap harinya kecuali hari Jumat.
"Hari Jumatnya kita siang sudah dimulai, hari Sabtu dari pagi, Minggu juga dari pagi, itu sampai malam," kata Harun.
Uji coba ganjil genap ini akan dilaksanakan dengan pemantauan di beberapa titik.
Seperti di Gadog, alternatif Rainbow Hill dan ada beberapa titik lainnya termasuk ada ruas yang akan disekat full hanya untuk masyarakat sekitar saja yang boleh masuk.
"(Ganjil genap) Kita lihat di kawasan Puncak terlebih dulu sambil aksesnya ke kawawan Sentul, karena Puncak dan Sentul saling berhubungan, di daerah situ dulu yang akan kita ujicobakan," kata Harun.
Ganjil genap ini, kata Harun, berlaku untuk semua kendaraan kecuali Damkar, ambulans, angkot, plat dinas dan beberapa kendaraan lainnya.
Selain itu, penyekatan wisatawan dengan wajib menunjukan hasil vaksin masih tetap berlaku selama uji coba ganjil genap ini.
"Vaksin tetap, aplikasi PeduliLindungi harus diperlihatkan. Setelah (melewati) ganjil genap, kita minta pengendara memperlihatkan hasil vaksinasi," papar Harun.
Rencananya, uji coba ganjil genap di Puncak Bogor ini akan dilakukan selama dua pekan di setiap akhir pekan.
"Sementara kita lakukan uji coba sambil kita lihat apa kira-kira kelebihan atau kekurangannya sekaligus kita juga sosialisasi kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.
Diketahui, wacana ganjil genap di Jalur Puncak mencuat setelah terjadi kemacetan lalu lintas pada Minggu (29/8/2021) kemarin.
Uji coba ganjil genap kemudian ditetapkan setelah dibahas Polres Bogor bersama Pemkab Bogor dalam pertemuan di Pendopo Bupati, Cibinong, Senin (30/8/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/petugas-gabungan-melakukan-penyekatan-di-jalan-raya-puncak-kabupaten-bogor-selasa-162021.jpg)