Breaking News:

Anggaran Pemkab Bogor Tahun 2022 Capai Rp 6,9 Triliun, Rp 520 Miliar Untuk Pemulihan Ekonomi

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan merinci, sebesar Rp 5,875 Triliun adalah untuk belanja operasi dan modal.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Dokumentasi Humas Kabupaten Bogor
Nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) anggaran tahun 2022 ditandatangani Wakil Bupati Bogor dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (31/8/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Belanja daerah dalam nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) anggaran tahun 2022 direncanakan sebesar Rp 6,907 Triliun.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan merinci, sebesar Rp 5,875 Triliun adalah untuk belanja operasi dan modal.

Kemudian untuk sektor pendidikan sebesar Rp 1,294 Triliun atau 19 persen dari APBD yang dibelanjakan untuk ruang kelas baru, rehabilitasi kelas, intensif guru non PNS serta intensif guru Paud.

"Untuk sektor kesehatan sebesar Rp 1,453 Triliun atau sebesar 21 persen dari APBD, yang dibelanjakan untuk insentif nakes, penanganan Covid-19, alat-alat kedokteran, pembangunan gedung RS Bogor Utara, rehabilitasi dan operasional Puskesmas dan rumah sakit," kata Iwan Setiawan, Rabu (1/9/2021).

Kemudian untuk sektor pemulihan ekonomi dianggarkan sebesar Rp 520,066 Miliar atau 7,55 persen dari APBD.

Dibelanjakan untuk sarana prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan, Samisade, pembangunan gedung Balai Latihan Kerja, fasilitas perizinan usaha mikro, serta penyediaan sarana distribusi perdagangan.

"Sektor jaring pengaman sosial sebesar Rp 49,079 Miliar, yang dibelanjakan untuk beasiswa Pancakarsa, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), bedah kampung dan beasiswa PKH," kata Iwan.

Lalu untuk belanja tidak terduga sebesar Rp 105 Milyar atau bertambah 5 persen dari anggaran belanja tidak terduga dari APBD Tahun 2021 lalu untuk belanja Transfer sebesar Rp 927,392 Miliar.

Lanjut Iwan, terdapat defisit belanja sebesar Rp 763,733 Miliar yang disebabkan oleh kebutuhan belanja daerah yang melampaui pendapatan daerah.

Kemudian pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp 180,969 Miliar dengan rincian penerimaan pembiayaan sebesar Rp 300 Miliar, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 119,40 Miliar digunakan untuk penyediaan dana cadangan Pemilukada, penyertaan modal PDAM Tirta Kahuripan dan Bank BJB, terdapat defisit pembiayaan sebesar 582,774 milyar rupiah.

"Untuk itu saya minta seluruh Kepala PD agar segera menyusun dokumen rencana kerja anggaran tahun 2022 sesuai koridor yang telah disepakati agar berjalan dengan baik dan tepat waktu," ungkap Iwan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved