Breaking News:

Bakal Dijadikan Destinasi Wisata Tipe Satu, Pemkot Bogor Revitalisasi Situ Gede

Groundbreakig atau peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis (12/8/2021) lalu oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan perwakilan dari Provinsi J

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
istimewa
Proses Pembangunan Revitalisasi Situ Gede 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor bersama Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air sedang melakukan proses revitalisasi Situ Gede di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Bogor Barat, Kota Bogor.

Groundbreakig atau peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis (12/8/2021) lalu oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan perwakilan dari Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik.

Rencananya danau seluas 4 hektare ini akan dibuat sebagai pengembangan destinasi pariwisata tipe satu.

Dalam proses pembangunannya anggaran proyek ini merupakan bantuan dari Dinas SDA Provinsi Jabar sebesar Rp 5.016.081.705,25 dengan waktu pengerjaan akan dilakukan 150 hari oleh pelaksana PT Hisar Makmur.

Proyek yang sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan ini pun mendapat sorotan dari Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Pada Selasa (31/8/2021) Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan peninjauan ke lokasi tersebut.

Saat ditemui di Balaikota Bogor Dedie mengatakan dalam perkembangan revitalisasi Situ Gede perlu ada yang disempurnakan.

Diantaranya adalah penyediaan akses jalan yang diperuktukan untuk akses jalan inpeksi yang saat ini belum disentuh oleh proses revitalisasi.

"Kemudian saya juga meminta pada kontraktor untuk memperhatikan kualitas material maupun pengerjaan, supaya nantinya pada saat selesai kelihatan revitalisasi ini betul-betul memiliki nilai yang berbeda, knapa? Karena masih terlalu banyak hal-hal yang harus kita bereskan di sana," ujarnya.

Saat ditanya apakah revitalisasi ini juga memperhatikan konsep perbaikan lingkungan hidu disekitar, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan hal itu menhaji bagian dari paket pengerjaan.

"Yang kita revitalisasi itu kan pertama, sedimentasi yang selama ini tidak tertangani dengan baik, itu menjadi paket pekerjaan untuk pengerukan, termasuk selain sedimentasi dan faktor persampahannya," katanya.

Selain itu kata Dedie yang harus diperbaiki adalah TPT-nya dan saluran keliar masuk air dari luar situ gede dan dari situ gede ke luar.

"Nah, PR berikutnya adalah bagaimana mengurangi volume sampah yang masuk ke dalam situ, jadi, kita sedang berfikir akan ada mungkin ke depan semacam kolam-kolam pengendali atau kolam monitoring sampah, terutama dari sungai yang berasal di samping," ujarnya.

Dedie menjelaskan selesai revitalisasi masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dan dirawat terkait keberadaan Situ Gede.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved