Breaking News:

IPB University

Dies Natalis ke-58, Rektor IPB University Ingatkan Ancaman 3 Mega Disrupsi

mengurai perubahan iklim berdampak pada lingkungan dan pertanian, ekonomi, kesehatan, sosial dan energi.

IPB University
Rektor IPB Prof Arif Satria dalam Peringatan Dies Natalis yang bertema Inovasi Agromaritim 4.0 untuk Atasi Krisis di Era Pandemi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tepat tanggal 1 September 2021, IPB University genap berusia 58 tahun. 

Dalam Peringatan Dies Natalis yang bertema “Inovasi Agromaritim 4.0 untuk Atasi Krisis di Era Pandemi”, Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengungkapkan tiga mega disrupsi dan tantangannya.

Mega disrupsi pertama yaitu perubahan iklim.

Terkait hal ini Prof Arif Satria yang merupakan pakar ekologi politik ini mengurai perubahan iklim berdampak pada lingkungan dan pertanian, ekonomi, kesehatan, sosial dan energi.

Perubahan iklim telah menimbulkan kekeringan, anomali curah hujan, meningkatnya bencana alam, banjir, peningkatan tinggi muka laut, risiko gagal panen dan sebagainya.  

"Tak hanya itu, persoalan lainnya yang muncul antara lain terganggunya aktivitas ekonomi akibat meningkatnya bencana iklim, malnutrition, stunting, peningkatan jumlah penyakit, meningkatnya konflik sosial dan konflik lingkungan, krisi energi dan air bersih, " jelasnya.

Mega disrupsi yang kedua, sebut Rektor, revolusi industri 4.0.  

"Revolusi industri 4.0 memberi dampak diantaranya terhadap perkembangan teknologi, bisnis, kompetensi dan pendidikan, " ungkapnya. 

Diuraikannya, revolusi industri 4.0 membuat perkembangan teknologi lebih cepat dibanding bidang lain yang ditandai dengan munculnya artificial intelligence, robotic, data sciences, internet of things, cloud, biotechnology, big data, drone dan sebagainya.  

Pada aspek bisnis, disebutnya, peta kompetisi kian tajam dimana muncul aneka pekerjaan baru dan hilangnya aneka pekerjaan lama.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved