Penelusuran Temuan Terowongan Bawah Tanah, PUPR Akan Buat Bak Control Untuk Saluran Oksigen Tim

tim pemerliharaan melakukan oenelusuran dengan membersihkannsampah dan sedimentasi di terowongan bawahbtanah Jaman Belanda tersebut.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkap temuan terowongan kuno di bawah saluran air atau drainase di sekitaran Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TibunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Temuan bangunan belanda yang mirip dengan terowongan bawah tanah oleh tim pemeliharaan Dinas PUPR Kota Bogor terus ditelusuri keneradaannya.

Susa hampir satu minggu lebih tim pemerliharaan melakukan oenelusuran dengan membersihkannsampah dan sedimentasi di terowongan bawahbtanah Jaman Belanda tersebut.

Kepala Seksi Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PUPR Kota Bogor, Dian Setiawan mengatakan, pihaknya menerjunkan 16 personel untuk mengeruk sedimentasi dan menelusuri terowongan tersebut.

Dalam proses pengerukan itu kata Dian, ditemukan seperti bunker berukuran kurang lebih panjang 8,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Namun dalam prosesnya terkendala minimnya oksigen.

"Progresnya kita masih terus masuk ke terowongan dengan mengeruk sampah, mengukur dan mencari jalan untuk menarik sampah yang menumpuk dari bagian terowongan. Di dalam kondisi oksigen tipis, sehingga tim kesulitan bernapas," katanya.

Untuk itu pihaknya akan membuat bak kontrol saluran udara di area Dipo PT KAI, tepatnya di atas temuan bunker.

"Jadi bak kontrol ini selain untuk saluran udara juga untuk jalur membuang sampah agar lebih cepat," jelasnya.

Sementara itu petugas pemeliharaan PUPR Robbi mengatakan dalam penelusuran itu tim PUPR dibagi menjadi dua tim.

Setiap tim memiliki anggota delapan orang.

Secara bergantian dan estafet petugas masuk satu persatu ke dalam lubang itu.

Selanjutnya mereka memberihkan sampah dan pasir yang ada di dalam.

"Enggak semua masuk tiga atau empat di dalam nanti berbaris kemudian estafet mengeluarkan sampah dan pasir," ujar Robbi petugas PUPR, Kamis (2/9/2021).

Dari hasil penelur kata Robbi ditemukan beberapa cabang dan terusan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved