Ingat Raeni? Dulu Diantar Ayah Pakai Becak saat Wisuda, Kini Sukses Raih Studi S3 di Inggris

Kini, si anak tukang becak itu telah meraih kesuksesan di bidang pendidikan dengan prestasi yang gemilang.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Soewidia Henaldi
Instagram raeni_raeni
Nasib Raeni saat ini, 2014 viral karena diantar ayah ke lokasi wisuda naik becak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masih ingat Raeni? Mahasiswa asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah yang diantar ayahnya wisuda pakai becak.

Kini, si anak tukang becak itu telah meraih kesuksesan di bidang pendidikan dengan prestasi yang gemilang.

Ia sukses mengangkat derajat orangtua dengan cita-citanya yang luar biasa.

Begini kisah Raeni, wanita tangguh yang berangkat ke luar negeri untuk meraih pendidikan tinggi.

Nama Raeni menjadi viral 2014 silam karena ayahnya, Mugiyono mengantarkan Raeni dengan menggunakan becak ke tempat wisuda.

Banyak orang terharu melihat anak tukang becak yang hidupnya sederhana dapat menjadi sosok yang mengagumkan.

Baca juga: Anies, Ganjar, dan AHY Masuk 3 Besar Elektabilitas Tokoh dan Parpol di Indonesia, Ini Alasannya

Ia dianggap sebagai sosok inspiratif karena memiliki tekad tinggi dalam merampungkan pendidikan meski berasal dari keluarga sederhana.

Apalagi saat itu Raeni merupakan salah satu penerima Beasiswa BIDIKMISI untuk studi S1 di Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menjadi wisudawan terbaik di Pendidikan Akutansi, Fakultas Ekonomi.

Ia lulus sarjana dengan meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,96.

Follow us

Fotonya saat menaiki becak yang dikayuh sang ayah viral.

Tergambar guratan kebahagiaan dari wajah Raeni dan sang ayah.

Dalam foto yang diunggah Raeni di instagram pribadinya, tampak ia mengenakan kebaya dan toga duduk di kursi depan.

Sementara sang ayah memakai kemeja batik mengayuh becak mengantarkan sang anak wisuda.

Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Tahajud Pada Sepertiga Malam, Lengkap Bacaan Doanya

Beberapa bulan berlalu, Raeni kembali mendapatkan pujian setelah media memberitakan bahwa ia tengah menempuh studi S3 di luar negeri.

Apalagi perjuangannya ke titik ini bukan suatu hal yang mudah.

Dengan prestasi demi prestasi yang ia raih, Raeni kini menuju gelar Doktor di Universitas of Birmingham, Inggris.

Kepada TribunnewsBogor.com, Raeni menceritakan riwayat pendidikan yang ia tempuh setelah lulus SMA.

Setelah lulus dari Unnes sebagai wisudawan terbaik, perempuan berhijab itu melanjutkan pendidikan di University of Birmingham Inggris.

Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono memfasilitasi Raeni untuk mengambil program Magister of Science, International Accounting and Finance melalui program beasiswa LPDP.

Dia menamatkan studinya di Inggris pada Desember 2016.

Sejak saat itu, Raeni sempat mengabdikan diri menjadi dosen di almamaternya, Fakultas Ekonomi Unnes.

Baca juga: Kesal Sering Dianiaya, Istri di Riau Cerita ke Anak Setelah Habisi Nyawa Suami

Tak cukup hanya sampai pendidikan master, Raeni mengejar cita-cita untuk meraih doktor.

Perjuangannya mulai menampakkan hasil. Ia kuliah dengan beasiswa lanjutan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Untuk pendidikan doktornya, Raeni kembali memilih di University of Birmingham. Alasannya, agar tidak terlalu beradaptasi serta sudah mengenal budaya di Inggris.

Sebelum diterima, Raeni sudah melalui serangkaian tes dan wawancara dengan calon profesor dan program director S3 hingga akhirnya mendapatkan Unconditional Offer Letter.

"Sekarang masih kuliah S3," katanya.

Becak antarkan Raeni Kuliah S3

Dilansir dari Instagram pribadinya @raeni_raeni, ia mengatakan bahwa becak sang ayah tak hanya mengantarkannya ke lokasi wisuda S1 Unnes, namun juga kuliah S3 di Inggris.

Perjuangan melakukan perubahan yang ia lakukan, telah memberikan dampak dalam memutus mata rantai kemiskinan keluarga Raeni dengan harapan dapat menjadi virus positif untuk masyarakat di Indonesia. 

Perubahan itu ia diawali dengan perjuangan untuk menempuh pendidikan. 

Ia mengaku beruntung sebagai seorang putri Pengayuh Becak yang mana keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang bagi Raeni untuk meraih setiap tahapan cita-cita yang dimiliki.

"Keringat, kerja keras dan doa orang tua yang tanpa henti merupakan pendukung utama," tulis Raeni.

Cita-cita Raeni

Wanita kelahiran 13 Januari 1993 itu mengungkapkan cita-citanya.

Dibalik prestasi gemilang Raeni dan perjuangannya dalam menempuh pendidikan tinggi, Raeni mengungkapkan bahwa dirinya masih terus ingin bertumbuh.

Ia berprinsip menjadi insan yang memberikan manfaat kepada orang lain.

Baca juga: Niat Selamatkan Temannya yang Tenggelam, Remaja Ini Malah Tewas karena Kehabisan Tenaga

"Cita-cita akan terus tumbuh seiring bertumbuhnya pola berpikir kita. Tentunya prinsip utama menjadi insan yang memberikan manfaat," ungkap Raeni.

Ia mengatakan ingin terus belajar dan belajar dari sumber-sumber pengetahuan yang dapat memajukan Indonesia mencapai cita-citanya.

Oleh karena itu, Raeni selalu optimis pada langkah maju yang ia lalui demi menjadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk banyak orang.

Baca juga: Dipenjara karena Kasus Asusila, Psifor Sebut Saipul Jamil Bukan Pedofil

Raeni sangat bersyukur sebab melalui pendidikan dan pekerjaan dia bisa mengangkat derajat keluarganya.

Rasa syukur tersebut menjadikan setiap tahapan dalam kehidupan Raeni adalah nikmat yang tidak terhingga.

Tak lupa Raeni berpesan pada generasi muda untuk tetap semangat mengejar mimpinya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved