Breaking News:

IPB University

Kolaborasi Kementan dan IPB University Bahas Perkebunan Berkelanjutan, Diikuti Pakar Seluruh Dunia

Dr Syahrul Yasin Limpo menyebutkan komoditas perkebunan menunjukkan peran dalam penguatan pendapatan nasional dengan kontribusi ekspor yang signifikan

IPB University
Prof Arif Satria, Rektor IPB University menyampaikan human capital selalu menjadi faktor penting. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Permintaan terhadap komoditas pertanian meningkat di masa pandemi Covid-19.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr Syahrul Yasin Limpo menyebutkan komoditas perkebunan menunjukkan peran dalam penguatan pendapatan nasional dengan kontribusi ekspor yang signifikan.

“Tahun 2020 total ekspor komoditas perkebunan mencapai US$25.38 milyar, cenderung meningkat bahkan di era pandemi,” ucapnya dalam The 2 International Conference on Sustainable Plantation yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan -  Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan IPB University beberapa waktu lalu di Bogor.

Seminar International yang mengangkat tema Improving Added Value of Plantation Crops Through Sustainable Innovation ini menghadirkan 147 peserta yang datang dari berbagai negara.

Seperti Indonesia, Malaysia, Philipina, Korea, Jepang, Australia, Amerika, India dan Pakistan.

Lebih lanjut Mentan menyampaikan kinerja sektor pertanian yang tumbuh positif agar terus dijaga dan dikembangkan sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

“Kekuatan perkebunan yang dimiliki Indonesia dari Sabang sampai Merauke menuntut upaya maksimal untuk terus dieksplorasi tanpa mengganggu ekosistem. Hal ini bisa menjadi pembuka lapangan kerja juga sumber devisa  negara. Kerjasama investasi pemerintah daerah jadi sangat penting, terutama kerjasama dalam mengembangkan setiap potensi daerah di bidang perkebunan,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia perlu menambah varietas produk atau komoditas baru yang dibutuhkan negara lain.

Hal ini membutuhkan pendapat pakar dan semua pihak yang terkait dengan perkebunan harus bekerja sama dengan baik.

Terkait peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, Prof Arif Satria, Rektor IPB University menyampaikan human capital selalu menjadi faktor penting. Selain itu, pentingnya pengunaan teknologi 4.0 dalam meningkatkan kualitas produk.

“Tidak hanya itu, peningkatan skill sumberdaya manusia melalui training dan capacity building merupakan hal yang fundamental yang penting dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas produk perkebunan. IPB University memiliki banyak inovasi dalam hal teknologi 4.0 yang dapat menunjang perkebunan berkelanjutan. Di antaranya adalah inovasi Precipalm (pemupukan presisi pada basis kelapa sawit di satelit),” jelasnya.

Dr Sugiyanta, Dekan Fakultas Pertanian IPB University sekaligus salah satu narasumber seminar turut menjelaskan beberapa kegiatan yang terkait dengan perkebunan berkelanjutan.

Seperi pelatihan petani kelapa sawit di 13 provinsi di Indonesia.

Sejumlah narasumber dari IPB University juga turut membagi perspektifnya dalam acara ini diantaranya Dr Suwardi, Dr Trikoesoemaningtyas dan Prof Sri Hendrastuti Hidayat.

Tak hanya itu, perspektif juga datang dari para peneliti/praktisi lintas negara diantaranya dari International Coconut Community, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian RI, Sugar Riset Australia, University of The Philippines, Hiroshima University, Malaysian Palm Oil Board, Los Banos University, Seoul National University.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved