Breaking News:

Kuliner Bogor

Deretan Kuliner Khas Bogor di Teras Surken, Makanan dan Minuman Legendaris dengan Harga Murmer

Makanan dan minuman yang dijual merupakan pedagang makanan dan minuman tradisional yang sudah ada sejak tahun 1949 hingga 1993.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Centra kliner Teras Surken 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kawasan wilayah Suryakancana dikenal dengan pusat kuliner khas Bogor.

Jika awalnya berjualan di atas trotoar, kali ini pedagang dipindah ke pusat kuliner Teras Surken di Gang Bata, Jalan Suryakancana, tepatnya di samping Plaza Bogor.

Kawasan tersebut semula tempat parkir dan PKL.

Makanan dan minuman yang dijual merupakan pedagang makanan dan minuman tradisional yang sudah ada sejak tahun 1949 hingga 1993.

Diantaranta adalah :

  • Es Pala Pak Ujang yang sudah ada sejak tahun 1949,
  • Laksa Mang Wahyu yang sudah ada sejak tahun 1955,
  • Bir Kocok yang sudah ada sejak tahun 1965,
  • Soto Mie Pak Fauzy yang sudah berjualan sejak tahun 1974,
  • Cungkring Jumat yang sudah berjualan sejak tahun 1975, 
  • Soto Bang Ali yang sudah berjualan sejak tahun 1995,
  • Soto Pak Yusuf yang sudah berjualan sejak tahun 1983,
  • Rujak Ulek Suryakancana dari Tahun 1980,
  • Asinan Jagung Bakar dari tahun 1984,
  • Toge Goreng Pak Raifan dari tahu 1982,
  • Nasi Kuning Suryakancana yang sudah ada sejak tahun 1993.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa apea pedagang itu semula berjualan di atas trotoar namun beriringan dengan penataan para pedagang itu di relokasi ke centra kuliner Teras Surken.

"Ini babak baru bagi kehidupan mereka ini adalah pertarungan besar bagi kebutuhan mereka ini adalah keputusan terbesar bagi karir mereka," kata Bima, Kamis (27/8/2020) saat mengisi sambutan.

Bima pun mengapresiasi perjalanan perjuangan bersagang para pedagang legendaris yang terus konsisten berjualan.

"Bayangkan ada yang selama 30 tahun berjualan rujak ini sungguh luar biasa, ada soto, es," ujarnya.

Bima mengatakan bahwa Jalan Surya Kancana bukan hanya cerita tentang berdagang atau berjualan tapi cerita inspirasi dari orang-orang hebat yang banyak sekali.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved