Breaking News:

Banjir Bandang Jasinga

Jembatan Putus Imbas Derasnya Sungai Cidurian, Puluhan Warga di Jasinga Bogor Terisolasi

Puluhan warga Kampung Parung Sapi Cilogak, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, terisolasi setelah jembatan terputus.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne
Suasana Kampung Parung Sapi Cilogak, Desa Sawahkalong, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Selasa (7/9/2021) pasca diterjang banjir 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JASINGA - Puluhan warga Kampung Parung Sapi Cilogak, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, terisolasi setelah jalan satu-satunya menuju luar desa melalui jembatan terputus usai diterjang banjir bandang luapan Sungai Cidurian, Selasa (7//9/2021).

Kepala Desa Kalong Sawah, Nurhasanah mengatakan, putusnya jembatan di RT 7 RW 8 itu akibat derasnya aliran air di Sungai Cidurian

"Air deras ditambah hujan deras membuat air menghantam jembatan dan memutus jembatan yang dibuat dari swadaya warga tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, Nurhasanah membeberkan bahwa ada puluhan kepala keluarga yang masih terisolir pasca terjadinya bencana yang terjadi kemarin sore sekitar pukul 17.00 WIB.

"Sampai saat ini ada 22 KK masih terisolir," tegasnya.

Akibat banjir bandang itu, imbuh Nurhasanah, ada dua rumah dan salah salah satunya rusak parah setelah terkena arus kuat Sungai Cidurian

"Ada dua rumah yang terkena dalam musibah banjir banjir bandang ini, yaitu satu rumah milik Herman dan paling parah rusak berat rumah pa Dotoy," katanya.

Kepala Desa Kalong Sawah, Nurhasanah saat membeberkan kronologi banjir bandang
Kepala Desa Kalong Sawah, Nurhasanah saat membeberkan kronologi banjir bandang (istimewa)

Sementara itu dari hasil data yang didapatkan sementara, Nurhasanah mengungkapkan warga yang terisolir tidak mau untuk dievakuasi. 

"Selain Ada 22 KK ditambah ada pondok pesantren dengan jumlah santri sekitar 50 orang menolak untuk dievakuasi dengan alasan yang tidak dapat dipahami, namun setelah dicek BPBD Kabupaten Bogor tidak ada korban dalam peristiwa ini," bebernya. 

Sementara itu banjir bandang sebelumnya juga pernah terjadi awal tahun baru 2021 lebih besar ketimbang kejadian hari ini. 

"Antisipasi jatuh korban mengingat Kabupaten Bogor masih diguyur hujan warga sudah dibujuk namun tidak ada yang mau relokasi malah kekeuh kita dimarahi Karena menolak untuk dievakuasi," tutupnya. 

Diketahui, jembatan yang dibuat secara swadaya warga ini di bangun dengan bahan dari kayu dengan lebar 1 meter panjang sekitar 20 meter hanya dapat dilalui akses motor.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved