Breaking News:

Kondisi Penurunan Ekonomi Kabupaten Bogor Akibat Covid-19, Ini Langkah Bupati Ade Yasin

Ade Yasin mengatakan bahwa imbas pandemi, tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 9,06 persen di tahun 2019 menjadi 14,29 persen di 2020.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
ist/Pemkab Bogor
Bupati Bogor Ade Yasin dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'uja uji Pancakarsa pulihkan ekonomi di tengah Pandemi di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian di berbagai daerah tak terkecuali Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa imbas pandemi, tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 9,06 persen di tahun 2019 menjadi 14,29 persen di 2020.

Namun di 2021, tingkat pengangguran ini kembali mengalami penurunan meski tidak signifikan.

"(Pengangguran) Tahun 2021 ini menurun menjadi 13,28 persen," kata Ade Yasin dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (7/9/2021).

Kemudian persentase penduduk miskin meningkat dari 6,66 persen di tahun 2019 menjadi 7,69 persen di tahun 2020 dan sedikit menurun menjadi 7,61 persen di tahun 2021.

Selanjutnya laju pertumbuhan ekonomi menurun dari 5,85 persen di tahun 2019 menjadi minus 1,77 persen di tahun 2020.

Ade mengatakan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah merumuskan dan secara bertahap mengimplementasikan berbagai program pemulihan ekonomi.

Adapun strategi Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Kabupaten Bogor adalah meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyelesaikan masalah sosial.

"Fokusnya adalah, peningkatan daya beli, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan produksi dan pemasaran, dan penguatan dunia usaha,” kata Ade Yasin.

Pada tataran implementasi, dibagi menjadi dua jenis kegiatan yaitu berupa regulasi atau kebijakan dan berupa program kegiatan perangkat daerah.

Seperti kebijakan relaksasi pajak dan kemudahan investasi, pendekatan pelayanan publik ke masyarakat, memaksimalkan tenaga masyarakat sekitar dalam pelaksanaan program fisik atau padat karya.

Selanjutnya, meningkatkan produksi pangan dan mendorong kemandirian ketahanan pangan keluarga, memaksimalkan pengembangan komoditas yang tidak terdampak dan yang lainnya.

“Adapun yang berupa program kegiatan, kami prioritaskan untuk memaksimalkan pengembangan produk atau jasa unggulan Kabupaten Bogor pada bidang pariwisata, ekonomi kreatif, IKM dan UMKM, pertanian, serta bidang industri dan manufaktur,” pungkas Ade.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved