Breaking News:

Rancang Aturan Ganjil Genap, Kemenhub Akan Ajak Warga Puncak Bogor ke Jakarta

Warga Puncak ini akan turut menyampaikan aspirasi dan harapannya terkait ganjil genap setelah sebelumnya mereka menyuarakan penolakan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Uji coba ganjil genap di Jalan Raya Puncak Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kementrian Perhubungan (Kemenhub) akan mengundang perwakilan warga Puncak Bogor ke Jakarta demi membantu rancangan ganjil genap Jalan Raya Puncak.

Warga Puncak ini akan turut menyampaikan aspirasi dan harapannya terkait ganjil genap setelah sebelumnya mereka menyuarakan penolakan.

"Nanti masyarakat akan saya undang ke Jakarta untuk ikut merumuskan peraturan yang akan kita buat ini," kata Dirjen Hubdat Kemenhub, Budi Setiadi kepada wartawan, Rabu (8/9/2021) malam.

Hal yang diutamakan dalam rancangan aturan ganjil genap di Puncak ini, kata Budi, adalah untuk kelancaran lalu lintas dan keselamatan.

Namun aspek bisnis atau kepentingan masyarakat juga tetap diakomodir.

"Adanya masukan dari perwakilan masyarakat Puncak akan menyempurnakan regulasi yang sedang kita siapkan," kata Budi.

Diketahui, Warga Puncak Bogor atas nama Forum Puncak Ngahiji menolak penerapan ganjil genap (gage) di Jalan Raya Puncak.

Hal yang menjadi kekhawatiran mereka terkait rekayasa lalu lintas ini adalah masalah perekonomian warga.

Para perwakilan warga ini pun diundang Bupati Bogor ke Pendopo Bupati di Cibinong untuk menyampaikan aspirasinya yang juga dihadiri Dirjen Hubdat Kemenhub, Kapolres Bogor, Dandim 0621 dan jajaran lainnya.

"Masyarakat belum menyutujui dengan adanya ganjil genap. Karena one way pun yang diterapkan kami sangat menderita," kata Juru Bicara Forum Puncak Ngahiji, M. Mukhsin kepada wartawan di Cibinong.

Dia mengaku bahwa para warga Puncak yang mencari nafkah dengan berdagang dan pelaku wisata juga sudah kesulitan selama sekitar 30 tahun karena pemberlakuan sistem satu arah atau one way.

Adanya ganjil genap, pihaknya meminta agar dampak di sektor perekonomian warga Puncak bisa ditekan.

"Jadi dengan adanya ditambahkan dengan ganjil genap ini, kami minta kepada pemerintah, harus dengan solusi. Karena di Puncak ini banyak sekali perekonomian pebisnis atau pedagang yang terganggu," ungkap Mukhsin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved