Breaking News:

Sejarah One Way di Jalan Raya Puncak Bogor, Bermula Tahun 1986

Awal mula penerapan one way ini diketahui betul oleh Direktur Jenderal Hubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Irjen Pol (Pu

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jalur Puncak padat merayap mulai dari simpang Gadog, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemberlakuan sistem satu arah atau one way di Jalan Raya Puncak Bogor rupanya sudah berumur 30 tahun lebih sejak pertama kali diterapkan pada tahun 1986 silam.

Awal mula penerapan one way ini diketahui betul oleh Direktur Jenderal Hubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Irjen Pol (Purn) Budi Setiadi.

Dalam acara pertemuan pada Rabu (8/9/2021) dengan warga Puncak Bogor dan Pemkab Bogor di Cibinong membahas rancangan ganjil genap pengganti one way, Budi menceritakan bagaimana one way Puncak Bogor pertama diterapkan di kala itu.

Budi mengaku bahwa pada saat itu dirinya masih menjabat sebagai Kaur Bin Ops Lantas Polres Bogor berpangkat Letnan Dua (Letda) sekarang disebut Inspekstur Polisi Dua (Ipda).

"Menyangkut masalah Puncak, ada historis. Yang namanya one way itu pertama kali kita ciptakan tahun 1986," cerita Budi Setiadi.

Budi menceritakan bahwa mengatur lalu lintas Puncak Bogor saat itu juga merupakan tugas pertamanya sebagai Kaur Bin Ops Lantas.

Setiap akhir pekan, Budi tak lepas dari alat pengatur lalu lintas kerucut atau traffic cone di sepanjang Jalan Raya Puncak.

"Jam 04.00 WIB pagi bangun, jam 05.00 WIB sudah langsung meluncur ke Puncak, tiap Sabtu dan Minggu," kata Budi.

Alasan kenapa ada one way saat itu, kata Budi, karena mulai melonjaknya wisatawan yang mendatangi kawasan Puncak Bogor.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved